Main Article Content

Abstract

Abstrak


Berdasarkan hasil studi pendahuluan bahwa jumlah pasien dengan gangguan Jiwa yang terdaftar di Puskesmas Sambongpari  sebanyak 60 orang, sementara data  gangguan resiko dan masyarakat sehat jiwa belum ada. Oleh karena itu perlu dibentuk  kader sehat jiwa sebagai upaya untuk mengidentifikasi dan memelihara kesehatan jiwa masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga kegiatan, yaitu kegiatan pelatihan kader sehat jiwa  sebanyak 46 kader, kegiatan deteksi dini masalah kesehatan jiwa sebagai uapaya mandiri tanggap bencana. Kegiatan pelatihan kader dilaksanakan dengan metode ceramah, tanya jawab, dan role play. Kegiatan deteksi dini masalah kesehatan jiwa dilaksanakan oleh kader dengan berkoordinasi dengan Puskesmas. Partispasi kader yang hadir ditargetkan 80 %, dalam kenyataannya hadir  100%. Terdapatnya data kategori sehat jiwa, risiko sehat jiwa dan gangguan jiwa hasil dari deteksi kader sehat jiwa. Kesimpulannya setelah dilakukan pelatihan terdapat kader kesehatan jiwa, pengetahuan kader tentang kesehatan jiwa meningkat dan terdapat data pengkategorian klasifikasi sehat jiwa. Disarankan kepada Puskesmas untuk melakukan monitoring dan evaluasi serta memberdayakan kader yang sudah dilatih dalam program kesehatan jiwa.


 


 


 

Keywords

Sehat Jiwa Pelatihan Kader, Halusinasi

Article Details

How to Cite
Kustiawan, R., Somantri , I., & Kartilah , T. (2024). Pelatihan Kader Sehat Jiwa Dengan Pendekatan Terapi Generalis Halusinasi . Celebes Journal of Community Services, 3(2), 269–272. https://doi.org/10.37531/celeb.v3i2.1816

References

  1. Aldam, S. F. S., & Wardani, I. Y. (2019). Efektifitas penerapan standar asuhan keperawatan jiwa generalis pada pasien skizofrenia dalam menurunkan gejala halusinasi. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia, 7(2), 165–172.
  2. Mutaqin (2020) Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Klien Tn. S Dengan Masalah Utama Halusinasi di Ruang Gatot Kaca 2 Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor,KTI tidak diterbitkan.Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
  3. Kemenkes. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. In Kementerian Kesehatan RI (Vol. 1, Issue 1, p. 1). Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan 2018
  4. Puspita, A. (2020). Asuhan Keperawatan Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Psikososial : Halusinasi Pada Klien Skizofrenia Di Rumah Penitipan Pasien Gangguan Jiwa Aulia Rahma Bandar Lampung (Doctoral dissertation, Poltekkes Tanjungkarang).
  5. Tim CMHN (2005). Modul IC CMHN. Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan UI
  6. Siswono, Saputri, Edi Sukamto Dan Rizky Setiadi (2019).Asuhan Keperawatan Gengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran . RSJ Atma Husada Samarinda
  7. Sianturi, S. F. (2019). Aplikasi Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Ny. H Dengan Masalah Halusinasi.
  8. Saputra, F. B., Saswati, N., & Sutinah, S. (2018). Gambaran kemampuan mengontrol halusinasi klien skizofrenia di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Jambi. Riset Informasi Kesehatan, 7(1), 16–2

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.