Main Article Content

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menghambat pertumbuhan anak dan berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan tanaman lokal bernutrisi tinggi seperti daun kelor (Moringa oleifera), wortel (Daucus carota), tomat (Solanum lycopersicum), dan bayam (Spinacia oleracea) berpotensi menjadi strategi preventif melalui penyediaan suplemen gizi dalam bentuk gummy candy yang disukai anak-anak. Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan community-based action research untuk memberdayakan 20 ibu PKK di Desa Biring Kassi, Kabupaten Takalar, melalui edukasi gizi, pelatihan pengolahan pangan sesuai standar keamanan, serta pengembangan usaha mikro berbasis pangan lokal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan gizi ibu (dari 75–90% menjadi 100%), persepsi positif terhadap manfaat ekonomi produk (dari 80–85% menjadi 100%), dan keterampilan produksi gummy candy (dari 10–15% menjadi 100%). Inovasi ini memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendukung penurunan prevalensi stunting secara berkelanjutan. Pendekatan ini relevan sebagai model replikasi di daerah pedesaan lain dengan permasalahan gizi serupa. . Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesadaran gizi di kalangan masyarakat tetapi juga membuka peluang usaha mikro berbasis lokal, berkontribusi pada pengurangan stunting secara inklusif, selaras dengan strategi berbasis pangan lokal terkini.

Keywords

Gummy Candy Sayuran Lokal Stunting Pemberdayaan Masyarakat

Article Details

How to Cite
Hamsinah, Aminah, Suriyanti, Handayani, V., Abd. Malik, Ahmad, A. R., & Ganoko, M. A. (2025). Pemanfaatan Tanaman Lokal Sebagai Suplemen Kesehatan Sehat Anak Untuk Pencegahan Stunting Dalam Sediaan Gummy Candy Yang Bernilai Ekonomis Di Desa Biring Kassi Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar. Celebes Journal of Community Services, 4(2), 341–350. Retrieved from https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/view/3045

References

  1. Abioye, A. O., Adejuyitan, J. A., & Ojo, M. O. (2021). Nutritional potentials of Moringa oleifera and its role in food security. Food Reviews International, 37(8), 750–768. https://doi.org/10.1080/87559129.2020.1825013
  2. Ahmad, A. R. (2016). MENCIPTAKAN DESA MANDIRI KESEHATAN DI DESA SALUKANAN KECAMATAN BARAKA KABUPATEN ENREKANG. Jurnal Balireso: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 1(1).
  3. Ahmad, A. R. (2023). Inventarisir Sumber Daya Alam Desa Sanrobone Kabupaten Takalar Sulsel Dalam Produksi Herbal Immune Booster. Batoboh: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 21-27.
  4. Ahmad, A. R., Handayani, S., & Handayani, V. (2024). PIGMEN WARNA ALAMI PEMANFAATAN DALAM BIDANG FARMASI. Nas Media Pustaka.
  5. Ahmad, A. R., Murfat, Z., & Handayani, V. (2024). Manisan MKS “Pendekatan Produksi dan Manajerial”. Celebes Journal of Community Services, 3(2), 188-194.
  6. Bappenas. (2023). Strategi nasional percepatan penurunan stunting 2023–2025. Kementerian PPN/Bappenas.
  7. Fibrianto, K., Anam, C., & Dimas, A. (2023). Development of functional gummy candy enriched with local plant extracts. Journal of Food Innovation, 5(2), 110–118.
  8. Hidayat, M. N., Sulistyowati, D., & Astuti, S. (2022). Gummy candy as a functional food carrier for micronutrients. Food Science and Nutrition Journal, 14(1), 45–53.
  9. Karim, A., Desi, N., Azis, M., & Daga, R. (2022). Kemandirian BUMDes Upaya Meningkatkan Pades di Desa Pallatikang Kabupaten Jeneponto. Celebes Journal of Community Services, 1(1), 1-13.
  10. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://www.kemkes.go.id/id/rilis-kesehatan/hasil-riskesdas-2018
  11. Kementerian Kesehatan RI. (2021). Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI).
  12. Lestari, P., Munandar, H., & Ramadhani, S. (2022). Effect of blanching on nutrient retention of vegetables. International Journal of Food Processing, 9(4), 200–208.
  13. Maddatuang, B., Sabara, Z., Wekke, I. S., & Karim, A. (2020). Langkah Mewujudkan Insan Cita Pandangan Lintas Disiplin.
  14. Mane, A. A., Syarifuddin, S., Loli, H., Menne, F., Pannyiwi, R., Hasan, S., ... & Karim, A. (2022). Peran UMKM dalam Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Kaloling. YUME: Journal of Management, 5(3), 341-346.
  15. Pratama, R., Rahman, F., & Setiawan, A. (2021). Appropriate technology for community-based food processing. Rural Development Journal, 12(3), 155–164.
  16. Suryana, S., Wahyudi, T., & Kusuma, N. (2022). Local vegetables as alternative sources of vitamin and mineral for children. Asian Journal of Nutrition and Dietetics, 14(2), 90–99.
  17. Sutyawan, A., Rahayu, S., & Pratama, R. (2022). Optimizing local food resources for stunting prevention and economic empowerment in rural communities. Indonesian Journal of Community Development, 8(1), 45–52. https://doi.org/10.1080/ijdc.2022.01.003
  18. Syafri, M., Sari, I. P., & Nugraha, A. T. (2023). The impact of Moringa oleifera supplementation during pregnancy on preschool children’s development in rural Indonesia. Journal of Nutrition and Community Health, 15(2), 123–130. https://doi.org/10.1016/j.jnch.2023.02.004
  19. World Health Organization. (2021). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240025257
  20. World Health Organization. (2021). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates. WHO

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.