Main Article Content
Abstract
Desa Panetean memiliki potensi besar dalam produksi buah nanas, namun hasil panen selama ini hanya dijual dalam bentuk segar dengan nilai jual yang relatif rendah. Kondisi ini menyebabkan kurang optimalnya pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengembangkan produk olahan nanas dalam bentuk selai sebagai upaya mendukung ekonomi kreatif desa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan selai nanas, pendampingan pengemasan dan pemasaran, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah nanas menjadi produk selai yang higienis, bernilai jual, dan memiliki daya tarik pasar. Selain itu, masyarakat mampu menghasilkan produk dengan variasi rasa dan kemasan yang lebih menarik sehingga berpotensi meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun luar daerah. Kegiatan ini berhasil mendorong lahirnya inisiatif usaha kecil berbasis potensi lokal dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya diversifikasi produk. Dengan demikian, pengembangan produk selai nanas terbukti dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi kreatif masyarakat Desa Panetean.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
- Howkins, J. (2001). The creative economy: How people make money from ideas. London: Penguin.
- Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
- Nasution, S. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan berbasis potensi lokal. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 112–120. https://doi.org/10.24853/jpkm.4.2
- Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. New York: Free Press.
- Suharto, E. (2014). Membangun masyarakat, memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Bandung: Refika Aditama.
- Suharyanto. (2019). Peran kemasan dan branding dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 7(1), 45–53. https://doi.org/10.21009/jmk.07105
- Wibowo, A. (2021). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sebagai strategi pengembangan ekonomi desa. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 33–47. https://doi.org/10.21831/jpm.v9i1.
References
Howkins, J. (2001). The creative economy: How people make money from ideas. London: Penguin.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
Nasution, S. (2020). Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan berbasis potensi lokal. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 112–120. https://doi.org/10.24853/jpkm.4.2
Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. New York: Free Press.
Suharto, E. (2014). Membangun masyarakat, memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Bandung: Refika Aditama.
Suharyanto. (2019). Peran kemasan dan branding dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 7(1), 45–53. https://doi.org/10.21009/jmk.07105
Wibowo, A. (2021). Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal sebagai strategi pengembangan ekonomi desa. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(1), 33–47. https://doi.org/10.21831/jpm.v9i1.