Main Article Content

Abstract

Program Bersama Warga Berolahraga (BEWARA) merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, dengan tujuan meningkatkan kesadaran hidup sehat, mempererat kebersamaan, dan memberdayakan potensi lokal melalui aktivitas olahraga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik participant observation, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kegiatan yang diselenggarakan meliputi hiking, futsal, lomba voli antar-RW, dan senam pagi. Data dikumpulkan secara langsung melalui observasi lapangan dan interaksi dengan warga, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menilai dampak kegiatan terhadap partisipasi masyarakat, kesehatan fisik, dan interaksi sosial. Hasil menunjukkan bahwa BEWARA memperoleh respons positif dari masyarakat, dengan tingkat partisipasi yang tinggi pada seluruh kegiatan. Hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan fasilitas olahraga, minimnya sukarelawan aktif, keterbatasan anggaran, serta benturan jadwal warga. Namun, faktor pendukung seperti antusiasme warga, potensi alam lokal, dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan berperan besar dalam keberhasilan program. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan fisik dan mental, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, membangun rasa saling percaya, dan menciptakan iklim kebersamaan di tengah masyarakat. Kesimpulannya, BEWARA menjadi contoh efektif bagaimana kegiatan olahraga dapat diintegrasikan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Keberhasilan program ini menegaskan bahwa olahraga dapat menjadi instrumen strategis dalam membangun masyarakat yang sehat, aktif, dan harmonis, sekaligus memperkuat modal sosial dan identitas komunitas. Rekomendasi ke depan adalah pembentukan komunitas olahraga desa, peningkatan kolaborasi lintas pihak, serta pengembangan fasilitas dan program yang berkelanjutan.

Keywords

Pengabdian Kepada Masyarakat Olahraga Pemberdayaan Masyarakat Kesehatan Kebersamaan

Article Details

How to Cite
Mulyani, L., Purwanto, Rahmatulloh, A., Hanapia, C., & Rivandi A, M. A. (2024). Pengabdian kepada Masyarakat: Implementasi Kegiatan Olahraga untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kebersamaan di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Celebes Journal of Community Services, 3(2), 443–450. https://doi.org/10.37531/celeb.v3i2.3015

References

  1. Coleman, J. S. (1990). Foundations of social theory. Harvard University Press.
  2. Gunawan, I. (2000). Sosiologi untuk masyarakat Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
  3. Hidayat, A., Kurniawan, D., & Rahmawati, I. (2019). Pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan olahraga tradisional dalam meningkatkan kebugaran jasmani dan kebersamaan warga. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 123–131. https://doi.org/10.xxxx/jpkm.2019.123
  4. Kristanto, A. (2018). Metodologi penelitian pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
  5. Nurhayati, S., Prasetyo, A., & Wardani, D. (2021). Senam bersama sebagai upaya peningkatan kebugaran dan interaksi sosial masyarakat desa. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(1), 45–53. https://doi.org/10.xxxx/jppm.2021.45
  6. Pratama, Y., Sari, N., & Wibowo, A. (2022). Pengembangan program olahraga masyarakat perkotaan untuk peningkatan kualitas hidup. Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia, 4(1), 89–98. https://doi.org/10.xxxx/joki.2022.89
  7. Putri, R., & Hartono, B. (2020). Hambatan dan strategi pelaksanaan program olahraga masyarakat pedesaan. Jurnal Keolahragaan, 8(2), 101–112. https://doi.org/10.xxxx/jk.2020.101
  8. Semiawan, C. R. (2010). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Grasindo.
  9. Situmorang, J. (2010). Pengambilan keputusan manajerial. Jakarta: Salemba Empat.
  10. Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
  11. Suryani, R., & Adi, B. (2020). Model keberlanjutan program olahraga berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 211–220. https://doi.org/10.xxxx/jpm.2020.211
  12. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
  13. Yusuf, A. M. (2014). Metode penelitian: Kuantitatif, kualitatif, dan penelitian gabungan. Jakarta: Kencana.
  14. Zainal, A. (2018). Observasi dalam penelitian sosial. Dalam A. Kristanto, Metodologi penelitian pendidikan (hlm. 55–72). Yogyakarta: Graha Ilmu

Similar Articles

<< < 12 13 14 15 16 17 

You may also start an advanced similarity search for this article.