Main Article Content

Abstract

Kegiatan lokakarya kolaborasi riset dengan tema Membangun Jaringan Riset: Pelatihan Kolaborasi Antar Peneliti" bertujuan untuk memfasilitasi kolaborasi yang lebih efektif di antara para dosen STIEM Bongaya Makassar dan Universiti Teknologi Malysia (UTM). Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam membangun jaringan, berkomunikasi secara efektif, dan bekerja sama dalam tim yang multidisiplin. Melalui kegiatan  lokakarya dan diskusi kelompok, peserta akan diajak untuk menggali potensi kolaborasi, mengatasi tantangan yang sering muncul dalam kerja sama riset, serta mengembangkan proyek riset kolaboratif yang inovatif. Kegiatan ini di laksanakan pada tanggal 17 Juli 2024 di kampus UTM Johor Bahru dan di ikuti perwakilan kedua belah pihak yang berjumlah 22 dosen. Metode pelaksanaan kegiatan berbentuk lokakarya dimana narasumber memberikan pemaparan materi tentang perkembangan penelitian di kedua kampus serta rencana kolaborasi yang akan dilakukan. Secara keseluruhan, lokakarya kolaborasi antar peneliti diharapkan memainkan peran penting dalam membangun dan mempertahankan jaringan riset yang kuat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi ilmiah di kedua belah pihak. Dukungan yang berkelanjutan, infrastruktur yang memadai, dan strategi kolaborasi yang jelas adalah kunci untuk keberhasilan jaringan riset.

Keywords

Kolaborasi, Peneliti, Riset

Article Details

How to Cite
Muhammad Ma’ruf Idris, Roziana Bt Shaari, Resky Arianti Akob, Jumalia Mannayong, Hardiani, Nur Syamsu, … Hisnol Djamali. (2025). Mengembangankan Jaringan Riset : Lokakarya Membangun Kolaborasi Antar Peneliti. Celebes Journal of Community Services, 3(2), 433–442. https://doi.org/10.37531/celeb.v3i2.2168

References

  1. Agit Sagita, Encep Wahyudin, Letty Latiefah, Rifky Muhammad Ramdhan,Tatik Padilah (2023). Strategi Membangun Kolaborasi Dalam Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Kreativitas Mahasiswa Vol. 1, No. 1
  2. Bowman, C. (2014). Collaboration on the journey: A Framework for Professional Learning Communities. Routledge.
  3. Clark, B. Y., & Llorens, J. J. 2012. Investments in scientific research: Examining the funding threshold effects on scientific collaboration and variation by academic discipline. Policy Studies Journal, 40: 698–729
  4. Ina Meuskens, Seamus Higson, Dirk Linke (2019). Innovative training networks: a new way of collaboration‑propped PhD training. Medical Microbiology and Immunology (2020) 209:215–216
  5. Jarvenpaa, S. L., & V€alikangas, L. 2020. Advanced technology and end-time in organizations: A doomsday for collaborative creativity? Academy of Management Perspectives, 34: 566–584
  6. Leahey, E. 2016. From sole investigator to team scientist:Trends in the practice and study of research collaboration. Annual Review of Sociology, 42: 81–100.
  7. Ponomariov, B., & Boardman, C. 2016. What is co-authorship? Scientometrics, 109: 1939–1963.
  8. Terjesen, S., & Politis, D. 2015. From the editors: In praise of multidisciplinary scholarship and the polymath. Academy of Management Learning & Education, 14: 151–157
  9. Saleh, Choirul. (2020). Konsep, Pengertian, dan Tujuan Kolaborasi. Pustaka Universitas Terbuka.
  10. Xie, Y., Zhang, C., & Lai, Q. 2014. China’s rise as a major contributor to science and technology. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 111: 9437–9442.
  11. https://lppm.ut.ac.id/blog/informasi-umum-2/post/perguruan-tinggi-dituntut-tingkatkan-kolaborasi-riset-inovasi-dan-publikasi

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.