Main Article Content

Abstract

Di era globalisasi, masyarakat tidak dapat terlepas dari media sosial dalam keseharian mereka untuk memperoleh informasi dari berbagai penjuru dunia. Media sosial didefinisikan sebagai aplikasi berbasis web yang memungkinkan orang untuk membuat, berbagi atau bertukar informasi, ide dan gambar atau video dalam komunikasi dan jaringan virtual. Ciak Curry Peng belum mengintegrasikan bisnisnya kedalam sistem pemasaran digital menggunakan media sosial, Media sosial memberikan kontribusi positif melalui perannya yang sangat penting dalam memudahkan akses komunikasi antar masyarakat dari jarak yang jauh, media sosial mampu menjembatani jarak dan mengefisienkan proses komunikasi. Projek ini dilaksanakan dengan metode pelatihan, dimana owner CiakCurry Peng diberikan pelatihan mengenai sosial media dan digitalisasi untuk produknya. Dalam projek ini dilakukan penerapan branding media sosial pada produk-produk Ciak Curry Peng. Luaran dari projek ini adalah sosialisasi, edukasi, modul dan evaluasi. Dalam pelaksaan seluruh rangkauan kegiatan, mitra usaha, Ciak Curry Peng sangat antusias dan mulai menyadari pentingnya integrasi bisnis mereka secara digital. Hasil dari projek ini adalah adanya peningkatan brand awareness produk-produk Ciak Curry Peng di mata konsumen serta adanya kepuasan dari pemilik bisnis, Ciak Curry Peng.

Keywords

Ciak Curry Peng, Media Sosial, Instagram

Article Details

How to Cite
Agriffina, J. . (2024). Penerapan Digitalisasi Media Sosial Pada Kedai Ciak Curry Peng. Economics and Digital Business Review, 5(1), 364–369. https://doi.org/10.37531/ecotal.v5i1.998

References

  1. Anagnostopoulos, C., Parganas, P., Chadwick, S., & Fenton, A. (2018). Branding in pictures: using Instagram as a brand management tool in professional team sport organisations. European Sport Management Quarterly, 18(4), 413–438. https://doi.org/10.1080/16184742.2017.1410202
  2. Handini, V. A., & Choiriyari, W. (2023). DIGITALISASI UMKM SEBAGAI HASIL INOVASI DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN SAHABAT UMKM SELAMA PANDEMI COVID-19. Jurnal Riset Komunikasi, 14(1).
  3. Matthews, L., Lavoie, K. a, Of, I., Media, S., Storey, M., Treude, C., Deursen, A. Van, Baruah, T. D., Kaskazi, A., Sponcil, M., Gitimu, P., Bala, K., Merrill, T., Latham, K., Santalesa, R., Navetta, D., We, W., Smart, N., Teamwork, S. D., … Storck, M. (2010). Informal Communication and Awareness in Virtual Teams. Doctoral Seminar in Information Studies, University of Maryland., 2(4), 1–14. http://www.nova.edu/ssss/QR/QR20/6/singh3.pdf%5Cnhttp://www.uwlax.edu/urc/JUR-online/PDF/2014/Langer.Emily.CST.pdf%5Cnhttp://jolt.merlot.org/vol9no4/kent_1213.pdf%5Cnhttp://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/publication/journalism-age-social-media%5Cnhttp
  4. Morrisan, M. A. (2012). Metode penelitian survei. Kencana.
  5. Waninger, K. (2015). ScholarWorks @ Georgia State University The Veiled Identity : Hijabistas , Instagram and Branding In The Online Islamic Fashion Industry.
  6. Wijoyo, H., Vensuri, H., Musnaini, M., Widiyanti, W., Sunarsi, D., Haudi, H., & Rizka, Akbar, I. (2020). Digitalisasi UMKM.