Main Article Content

Abstract

Di dunia industri, tidak ada ruang untuk merek dan produk yang stagnan karena persaingan. Pesaing akan menghancurkan mereka yang tidak peka terhadap perubahan dan kesulitan pasar. Untuk mempertahankan merek, diperlukan upaya yang menyeluruh dan berkelanjutan. Proses branding dan eksistensi produk memberikan jawaban dari tantangan setiap perubahan dalam bidang pemasaran. Strategi branding berupaya menempatkan produk pada posisi bersaing kompetitif dengan produk lain. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif untuk menggali informasi terkait konsep brand dan differensiasi produk. Selanjutnya mempertahankan ekuitas brand berada dalam skala atas merupakan prioritas. Menempatkan brand pada posisi disukai dan dibutuhkan oleh konsumen dapat dilakukan dengan membangun nilai-nilai positive brand serta mengevaluasi ekspektasi konsumen.

Keywords

Branding, Produk, Pemasaran.

Article Details

How to Cite
Arif, M. ., & Yandra, R. . (2024). Kajian Teoritik Konsep Penjenamaan dan Tantangan Keterkenalan Produk. Economics and Digital Business Review, 5(1), 245–257. https://doi.org/10.37531/ecotal.v5i1.990

References

  1. Buku David Aaker tahun 2015, Aaker on Branding 20 Ide Dasar Membangun dan Mengelola Merek Gramedia Pustaka Utama di Jakarta
  2. David Aaker (1991), Memanfaatkan Nilai Nama Merek: Mengelola Ekuitas Merek. Ithaca, NY: The Free Press
  3. Simon Anholt (2007), Identitas dalam persaingan. Strategi Branding Baru untuk Negara, Kota, dan Wilayah, Palgrave Macmillan
  4. Rachmat Krisyantono (2007). Teknik Praktis Riset Komunikasi cetakan kedua. Kencana
  5. Prenada Media Group, 2009, Manajemen Merek, Jakarta: Erlangga
  6. Philip Kotler, (2000) Manajemen Pemasaran Edisi Milenium. Prentice Hall International
  7. Phillip Kotler dan Gary Armstrong, (1996) Prinsip-prinsip Pemasaran. Prentice Hall, Inc.
  8. Sugiyono, (2007) Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Penulis Berdasarkan Urutan.
  9. D. A. Aaker (1991). Manajemen ekuitas merek. New York: The Free Press.
  10. D.A. Aaker (1996). Menciptakan merek yang kuat. McMilian, New York.
  11. D. A. Aaker dan E. Joachimsthaler (2000) Kepemimpinan Merek, The Free Press, New York, NY.
  12. Bennett, G., Cunningham, G., dan Dees, W (2006) Mengukur upaya komunikasi pemasaran turnamen tenis profesional. Journal of Sport Marketing, 15(2), 91-101.
  13. Russell H. Colley (1961) Menciptakan Tujuan Pemasaran untuk Hasil Pemasaran yang Terukur. Asosiasi Pengiklan Nasional, New York, NY.
  14. G. Y. P. MT. Johar (1999) kesamaan, keunggulan, dan identifikasi sponsor yang positif. 36(3), 299-312 Jurnal Riset Pemasaran.
  15. Russell H. Colley (1961) Menciptakan Tujuan Pemasaran untuk Hasil Pemasaran yang Terukur. Asosiasi Pengiklan Nasional, New York, NY.
  16. T. A. Shimp (1993). Komunikasi pemasaran dan manajemen promosi. Texas's Fort Worth: Dryden Press.
  17. Y. Pasadeos dan W. G. Griffin (1998) Pengaruh IMC terhadap hubungan masyarakat dan instruksi periklanan. 53:4-18 dalam Jurnalisme dan Pendidik Komunikasi Massa.