Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi peran penyuluh pada penerapan teknologi usahatani jagung di Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo, 2) Mengidentifikasi pendapatan petani di Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo Sejak bulan Mei hingga Juni 2023. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 39 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling. Data penelitian yang digunakan dari data primer dan sekunder didapatkan dengan cara observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pada penerapan teknologi usahatani jagung menunjukkan bahwa rata-rata penilaian responden 76,40% berada pada kategori baik, dan pendapatan petani jagung rata-rata per petani sebesar Rp. 14,285,448 dan pendapatan usahatani jagung untuk rata-rata per hektar sebesar Rp. 13,735,957.

Keywords

Peran Penyuluh Penerapan Teknologi Pendapatan

Article Details

How to Cite
Mauradja, A., Rauf, A. ., & Bakari, Y. (2023). Peran Penyuluh Pada Penerapan Teknologi Usahatani Jagung Dan Pendapatan Petani Di Kecamatan Boliyohuto kabupaten Gorontalo. Economics and Digital Business Review, 5(1), 284–293. https://doi.org/10.37531/ecotal.v5i1.844

References

  1. Abdullah, A. A., Rahmawati, D., Panigoro, M. A., Syukur, R. R., & Khali, J. (2021). Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Meningkatkan Partisipasi Petani di Desa Ilomangga Kecamatan Tabongo. Jurnal Agrinesia, 5(2), 148–154.
  2. Badan Pusat Statistik. (2020). Kabupaten Gorontalo Dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik.
  3. Bakari, Y. (2019). Analisis Karateristik Biaya Dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(3), 265.
  4. Haryanto, Y., Sumardjo, S., Aminah, S., & Tjitropranoto, P. (2017). Efektivitas Peran Penyuluh Swadaya dalam Pemberdayaan Petani di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 20(2), 141–154.
  5. Khairunnisa, N. F., Saidah, Z., Hapsari, H., & Wulandari, E. (2021). Pengaruh Peran Penyuluh Terhadap Tingkat Produksi Usahatani Jagung. Jurnal Penyuluhan, 17(2), 113–125.
  6. Muspitasari, D., Irmayani, & Yusriadi. (2019). Pengaruh Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Pemberdayaan Kelompok Tani Padi Di Kecamatan Mattirobulu Kabupaten Pinrang. Jurnal Ecosystem, 19(1), 19–23.
  7. Palar, N., Pangemanan, P. A., & Tangkere, E. G. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Cabai Rawit Di Kota Manado. Jurnal Agrisosioekonomi, 12(2), 105–120.
  8. Palia, S., Rauf, A., & Saleh, Y. (2018). Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Pendapatan Petani Jagung Hibdira Di Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara. Jurnal Agrinesia, 1, 64–75.
  9. Rahmawati, Baruwadi, M., & Bahua, M. I. (2019). Peran Kinerja Penyuluh Dan Efektivitas Pelaksanaan Penyuluhan Pada Program Intensifikasi Jagung. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (JSEP), 15(1), 56–70.
  10. Riduwan. (2006). Metode Teknik Menyusun Tesis. Alfabeta.
  11. Sutrisno. (2016). Kinerja Penyuluh Pertanian Dalam Memberdayakan Petani. Jurnal Litbang, 1(12), 69–80.
  12. Yanto, E., Halid, A., & Saleh, Y. (2022). Analisis Pendapatan Usaha Produksi Industri Olahan Tahu Di Desa Harapan Kecaatan Wonosati Kabupaten Boalemo (Studi Kasus Industri Rumah Tangga “Bapak Nono Purnomo”). Jurnal Agrinesia, 6(3), 179–186.