Main Article Content

Abstract

Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga cabai rawit di Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Jenis sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian ini menunujukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga cabai rawit yang dianalisis dalam penelitian ini adalah harga cabai rawit pada petani harga cabai rawit pada pedagang, jumlah produksi cabai rawit, jumlah permintaan cabai rawit dan harga barang substitusi (cabai keriting). Berdasarkan hasil penelitian dari kelima variabel tersebut hanya ada 3 yang signifikan yaitu harga cabai rawit pada pedagang (X2) dengan nilai signifikan 0,000 atau lebih kecil dari 0,005, jumlah permintaan cabai rawit (X4) dengan nilai signifikan 0,003 atau lebih kecil dari 0,005 dan harga cabai keriting (X5) dengan nilai signifikan 0,000 atau lebih kecil dari 0,005. Sedangkan untuk yang ke dua variabel yang tidak signifikan yaitu harga cabai rawit pada petani (X1) dengan nilai signifikan 0,061 atau lebih besar dari 0,005 dan jumlah produksi cabai rawit (X3) dengan nilai signifikan 0,348 atau lebih besar dari 0,005.

Keywords

Cabe Rawit Faktor-Faktor Fluktuasi Harga

Article Details

How to Cite
Loanga, N., Indriani, R. ., & Boekoesoe, Y. . (2023). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Cabai Rawit Di Kecamatan Sumalata Kabupaten Gorontalo Utara. Economics and Digital Business Review, 4(2), 235–242. https://doi.org/10.37531/ecotal.v4i2.768

References

  1. Badan Pusat Statistik Gorontalo Utara. (2021). Kabupaten Gorontalo Utara Dalam Angka. Badan Pusat Statistik.
  2. Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  3. Indriani, R., Darma, R., Musa, Y. V., & Nimade. (2019). Mekanisme Rantai Pasok Cabe Rawit di Provinsi Gorontalo. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(1), 31–41.
  4. Irawan, B. (2007). Fluktuasi Harga, Transmisi Harga dan Margin Pemasaran dan Buah. Analisis Kebijakan Pertanian, 5(4), 358–373.
  5. Nisa, K. (2017). Analisis Integrasi Pasar Horizontal Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L) dan Cabai Merah Besar (Capsicum Annum L) (Studi Kasus di Pasar Dlanggu dan Pasar Kabupaten Mojokerto). Universitas Muhammadiyah Malang.
  6. Rosyid, A. H. Al. (2014). Studi Komparatif Daya Saing Cabai Merah Lahan Pasir Pantai dengan sawah di Kabupaten Bantul. Univeristas Gajah Mada.
  7. Saleh, Y., Sugihono, C., & Prambudi, I. (2018). Pengembangan Agribisnis Cabai Berkelanjutan di Kota Ternate. Prosiding Seminar Nasional Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Penerapan Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Pada Kawasan Pertanian.
  8. Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. PT. Alfabet.
  9. Wardhana, Y. M., Rahmat, W. H., & Kesuma, M. T. (2022). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L) Di Aceh. Jurnal Paradigma Agribisnis. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33603/jpa.v4i2.6789