Main Article Content

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf produktif yayasan wakaf UMI dilakukan dalam bentuk penguatan kelembagaan dengan mengembangkan 3 bidang pengembangan dibidang pendidikan, usaha dan kesehatan. Kesesuaian pengelolaa wakaf UMI Makassar terhadap Aspek Maqasid syariah dalam mewujudkan kemaslahatan ummat telah memenuhi standar pengelolaan yang sesuai dengan tujuan maqasid syariah untuk mengahsilkan kemaslahatan, ini dapat dilihat dari pengembangan serta pengelolaan wakaf produktif yang dilakukan dalam 3 pilar pengelolaan yaitu pendidikan dan dakwah, ushaa dan dakwah, serta kesehatan dan dakwah yang bertujuan dalam memudahkan manusia dalam memperoleh kemaslahatan. Tujuan mensejahtrerahkan masyarakat melalui hasil pengelolaan wakaf oleh Badan Yayaysan Wakaf UMI Makassar telah terealisasi dengan adanya desa binaan. Yayasan dapat merealisasikan tujuan dari hasil pengelolaan wakaf untuk mensejahterahkan masyarakat melalui pelatihan usaha, dan bantuan dana sosial yang diberikan untuk mengembangkan usaha di desa binaan dengan pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki desa tersebut. Selain itu adanya bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu juga pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang mampu secara akademik namun kekurangan secara finasial

Keywords

Pengelolaan, Wakaf Produktif

Article Details

How to Cite
Sukmawati, S., Anwar, D. R. ., Masnah, M., & Utami, D. . (2023). Pengelolaan wakaf produktif Pada Yayaysan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Economics and Digital Business Review, 4(2), 219–229. https://doi.org/10.37531/ecotal.v4i2.748

References

  1. Abdullah K, Tahapan dan Langkah-langkah Penelitian,Cet. I; Watampone: Lukman al-Hakim Press, 2013.
  2. Abdullah,Boedi dan Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian Ekonomi Islam;Muamalah,Cet.I; Bandung: CV. Pustaka Setia, 2014.
  3. Agustianto,“WakafProduktifUntukBeasiswa”,OfficialWebsiteofAgustiantohttp://www.agustiantocentre.com/?p=594,(16 Februari 2016).
  4. Ahmad Al-Haritsi,Jaribah bin, Fikih Ekonomi Umar Bin Al-Khathab,Cet.I; Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2014.
  5. Aibak Kutbuddin, Zakat Dalam Perspektif Maqashid Al-Syariah, Jurnal Ahkam,Vol.3,No.2, (2015):199-218
  6. Albab,Ulil dan Wulandari,”Strategi Pengelolaan Wakaf Produktif Dalam RangkaPemberdayaan Umat Di Kecamatan Terbanggi Besar, Seminar Nasional Hasil Penelitian Dan Pengabdianibi Darmajaya Program Studi Sistem Informasi, STMIK Pringsewu, Lampung Bandar Lampung(2019):373-383
  7. Aminah ,Maqāṣid Asy-Syarī‘Ahpengertian Dan Penerapan Dalam Ekonomi Islam, Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman,Vol.3,No.1,(2017):167-18.
  8. Badan Wakaf Indonesia, “Data Tanah Wakaf Seluruh Indonesia”, Situs Resmi BWI, http://siwak.kemenag.go.id/index.php,( 28 November 2020).
  9. Badan Wakaf Indonesia, Laporan Hasil Survey Indeks literasi wakaf 2020”, situs Resmi BWI,https://www.bwi.go.id/4849/2020/05/20/laporan-hasil-survey-indeks-literasi-wakaf-nasional-tahun-2020/ (02 Desember 2020).
  10. Badan Wakaf Indonesia, Regulasi, https://www.bwi.go.id/regulasi/(23 November 2020).
  11. Bahsoan,Agil,Mashlahah Sebagai Maqashid Al Syariah (Tinjauan Dalam Perspektif Ekonomi Islam), Jurnal Inovasi,Vol.8,No.1,( 2011):113-132
  12. Bashith,Abdul, Ekonomi Kemasyarakatan: Visi & Strategi Pemberdayaan Sektor Ekonomi Lemah,Malang: UIN Maliki Press, 2012.
  13. Bocceng,H. Annas,Ms. Ketua bidang pengembangan dan pengendalian usaha,rumah sakit, dan aset, wawancara, 09 Februari 2021.
  14. Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya.
  15. Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,Cet.III; Jakarta: Balai Pustaka, 2001. .
  16. Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia.
  17. Dharma Satyawan,”Analisis Strategi Pengelolaan Wakaf Produktif Di Indonesia, Jurnal Komunikasi Bisnis dan Manajemen Vol.5 No.2,( 2018):49-6
  18. Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji,Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2004,Jakarta: Departemen Agama RI, 2004).
  19. Eva Muzlifah,”Maqashid Syariah Sebagai Paradigma Dasar Ekonomi Islam”,Jurnal Ekonomi dan Hukum Islam,Vol.3,No.2,(2013):79-93.
  20. Fahrudin,Adi, Pengantar Kesejahteraan Sosial,Bandung: Refika Aditama, 2012.
  21. Fasa,Muhammad Iqbal,”Reformasi Pemahaman Teori MaqᾹṣid Syariah;Analisis Pendekatan Sistem Jasser Auda”, Jurnal Studia Islamika,Vol.13,No.2,(2016):218-246
  22. Fauzia ka Yunia, “Urgensi Implementasi Green Economy: Perspektif Pendekatan Dharuriyah dalam Maqashid al-Shariah”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam,Vol.2, No.1,(2016):70-89.
  23. Fithriady & Azharsyah Ibrahim,Penggunaan Model “Angkat Bloe” Dalam Wakaf Produktif: Justifikasi Dan Hambatan, Formulating Effective Public Policy in the Islamic Economic System under the Framework of Shari’ah”30-31 March 2015, Ar-Raniry State Islamic University, Banda Aceh, Indonesia,( 2015).
  24. Fitri,Resfa dan Heni P Wilantoro,”Analisis Prioritas Solusi Permasalahan Pengelolaan Wakaf Produktif (Studi Kasus Kabupaten Banjarnegara)” , Jurnal Al-Muzara’ah Vol. 6,No.1,( 2018):41-59
  25. H. Rusjdin (78 tahun),ketua pengembangan dan pengendalian kegiatan sosial, Wawancara, 09 februari 2021.
  26. Hadyantari, Faizatu Almas, “Pemberdayaan Wakaf Produktif: Upaya StrategisuntukKesejahteraan Ekonomi Masyarakat”, Jurnal Middle East and Islamic Studies, Vol 5 No. 1.(2018):1-22
  27. Halim,H.Abdul,(63 tahun), Sekretaris Pengurus Harian Yayayasan Wakaf UMI masa Amanah 2020-2025, Wawancara, Makassar, 09 Februari 2021