Main Article Content

Abstract

Kemiskinan adalah masalah pembangunan yang bersifat multidimensional dan membutuhkan perhatian serta tindakan yang serius untuk menanganinya. Sebagai negara yang sedang berkembang, kemiskinan bukanlah hal yang baru bagi negara Indonesia dan hingga saat ini masih menjadi masalah pokok khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Sejak tahun 2019-2021, angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan pada angka kemiskinan berdampak pada berbagai sendi kehidupan masyarakat. Pada dasarnya, peningkatan dan penurunan pada angka kemiskinan dapat disebabkan oleh beberapa indikator seperti indikator pada bidang sosial maupun ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari beberapa indikator sosial dan ekonomi yang meliputi jumlah penduduk, pendidikan, produk domestik regional bruto dan inflasi terhadap kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode analisis regresi berganda dengan data sekunder dari tahun 2011-2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Sedangkan, jumlah penduduk, produk domestik regional bruto dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan.

Keywords

Jumlah Penduduk, Pendidikan, Produk Domestik Regonal Bruto, Inflasi, Kemiskinan

Article Details

How to Cite
Iwang, B. ., & ahmad, M. A. ariyanto . (2023). Analisis Indikator Sosial dan Ekonomi terhadap Kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan. Economics and Digital Business Review, 4(2), 106–113. https://doi.org/10.37531/ecotal.v4i2.473

References

  1. Ainunnisa, V., & Hidayat, W. (2019). Pengaruh Tingkat Pengangguran, Investasi, Pendidikan Terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Banten. Jurnal Ilmu Ekonomi (JIE).
  2. Hadi, P. L. ode M. A. F. (2019). Pengaruh PDRB, Tingkat Pendidikan, Tingkat Kesehatan, dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Tingkat Kemiskinan di Propinsi Jawa Timur. Jurnal Ekonomi Universitas Islam Indonesia.
  3. Hartanto, T. B. (2017). Analisis Pengaruh Jumlah Penduduk, Pendidikan, Upah Minimum Dan Produk Domestik Regional Bruto (Pdrb) Terhadap Jumlah Pengangguran Di Kabupaten Dan Kotaprovinsi Jawa Timur Tahun 2010-2014. Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan.
  4. Kuswantoro, K., & Permata Dewi, I. G. (2016). Analisis Tingkat Pendidikan, PDRB dan Upah Minimum Regional Terhadap Kemiskinan di Provinsi Banten.
  5. Livenchy K. Manangkalangi, Dkk., Analisis Pengaruh PDRB dan Inflasi terhadap Kemiskinan Di Provinsi Sulawesi Tengah (2000-2018), Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, Volume 20 No. 03 Tahun 2020.
  6. Mardiatillah, R., Panorama, M., & Sumantri, R. (2021). Pengaruh pengangguran dan inflasi terhadap tingkat kemiskinan di sumatera selatan tahun 2015-2019 (The effect of unemployment and inflation on the poverty rate in south sumatra). 18(2), 279–287.
  7. Muhammad Ricky Darmawan, R. (2019). Pengaruh PDRB, Pendidikan, Pengangguran dan Jumlah Penduduk terhadap Kemiskinan di Kota Banjarmasin. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan.
  8. Ningsih, D., Andiny, P., Ekonomi, F., Samudra, U., & Ekonomi, P. (2018). Analisis Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan di Indonesia. 2(1), 53–61.
  9. Sadono Sukirno, Ekonomi Pembangunan : Proses, Masalah Dan Dasar Kebijakan, Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri, 2006.
  10. Shaleh, K. (2017). Pengaruh Inflasi terhadap Kemiskinan di Indonesia Periode 1998-2014 ( Inflation Influence On Poverty In Indonesia Period 1998-2014). 518–526.
  11. Solihin. (2018). Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran, Pendidikan, dan Jumlah Penduduk Terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota Kepulauan Riau pada tahun 2010-2016. Jurnal Ekonomi Pembangunan.
  12. Susanto, R., & Pangesti, I. (2021). Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia. JABE (Journal of Applied Business and Economic).