Main Article Content

Abstract

Dinamisasi kemajuan teknologi telah membawa peralihan besar khususnya bagi transaksi perbankan khususnya mobile banking. Selain didukung oleh populasi penduduk, perkembangannya juga didukung oleh penyebaran internet seperti halnya di Indonesia. Namun masih terdapat kesenjangan dalam penyebaran internet seperti pulau Jawa (43,9%) dan Kalimantan (4,88%). Bontang yang merupakan bagian dari provinsi Kalimantan Timur mencerminkan rendahnya persebaran akses internet di samping daya saing digital yang juga rendah. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengkaji pengaruh digital divide terhadap penggunaan mobile banking di Kota Bontang. Populasi penelitian adalah masyarakat Kota Bontang yang menggunakan mobile banking dengan jumlah sampel 353 responden. Penelitian ini menggunakan teknik purposiveness-sampling dan selanjutnya akan dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis yang dilakukan tidak terdapat kesenjangan digital yang mencakup (motivation, physical & material access, mobile banking skill dan usage) dalam adopsi masyarakat Kota Bontang menggunakan mobile banking. Namun demikian, terdapat perbedaan cara adopsi masyarakat dari sisi variabel moderator yang mencakup pendidikan, jenis kelamin serta usia terhadap variabel laten yang diteliti

Keywords

Mobile Banking, Digital Divide, SEM-PLS

Article Details

How to Cite
Ramadhaniansyah , M. ., & Giri , R. R. W. . (2023). Analisis Pengaruh Digital Divide Terhadap Penggunaan Mobile Banking di Kota Bontang. Economics and Digital Business Review, 4(1), 820–829. https://doi.org/10.37531/ecotal.v4i1.427

References

  1. Aldo Fernando. (2021). Semua Bakal Digital, Begini Masa Depan Perbankan RI. CNBC. https://www.cnbcindonesia.com/market/20211103102154-17-288618/semua-bakal-digital-begini-masa-depan-perbankan-ri
  2. APJII. (2022). Indonesia Digital Outlook 2022. Apjii.or.Id. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-di-indonesia-digital-outloook-2022_857
  3. bps.go.id. (2021). Statistik Indonesia 2021. Bps.Go.Id. https://www.bps.go.id/publication/2021/02/26/938316574c78772f27e9b477/statistik-indonesia-2021.html
  4. data.worldbank.org. (2022). Population Total. Data.Worldbank.Org. https://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.TOTL
  5. Hair, B. B. A. (2009). Multivariate Data Analysis. Prentice Hall.
  6. Imam Ghozali. (2021). Partial Least Squares: Konsep, Teknik dan Aplikasi Menggunakan Program SmartPLS 3.2.9 (Edisi 3). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  7. Joseph Hair, T. G. H. C. R. M. S. (2017). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (Second Edition). SAGE.
  8. Katadata. (2022). Status Literasi Digital Indonesia. Kic.Katadata.Co.Id. https://kic.katadata.co.id/insights/35/status-literasi-digital-indonesia
  9. Mahfud Sholihin, D. R. (2020). Analisis SEM-PLS Dengan WarpPLS 7.0 (Edisi 2). Penerbit ANDI.
  10. nperf.com. (2022). Peta Cakupan 3G/4G/5G, Indonesia. Nperf.Com. https://www.nperf.com/id/map/ID/-/-/signal/?ll=7.883333647976763&lg=111.6339111258276&zoom=8
  11. Rahi, S., Othman Mansour, M. M., Alghizzawi, M., & Alnaser, F. M. (2019). Integration of UTAUT model in internet banking adoption context: The mediating role of performance expectancy and effort expectancy. Journal of Research in Interactive Marketing, 13(3), 411–435. https://doi.org/10.1108/JRIM-02-2018-0032
  12. Van Deursen, A. J. A. M., & van Dijk, J. A. G. M. (2019). The first-level digital divide shifts from inequalities in physical access to inequalities in material access. New Media and Society, 21(2), 354–375. https://doi.org/10.1177/146144481879708
  13. Van Dijk. (2020). The Digital Divide. Cambridge: Polity Press