Main Article Content

Abstract

Perilaku pasar dan konsumen tidak hanya dibentuk oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh lapisan makna budaya yang kompleks. Pendekatan riset konvensional yang menitikberatkan pada angka dan statistik kerap gagal menangkap dimensi simbolik tersebut. Artikel ini menawarkan perspektif hermeneutika sebagai kerangka interpretatif untuk memahami budaya dan perilaku pasar secara lebih mendalam. Berlandaskan pemikiran Hans-Georg Gadamer dan Paul Ricoeur, pasar dipandang sebagai “teks” yang senantiasa ditafsirkan melalui dialog antara peneliti, pelaku bisnis, dan konsumen. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif—analisis, observasi etnografis, serta analisis wacana—untuk menggali narasi, bahasa, dan tradisi yang melekat pada pengalaman konsumen. Temuan awal menunjukkan bahwa pemahaman atas simbol, cerita lokal, dan horizon historis masyarakat memungkinkan perusahaan merancang strategi marketing yang lebih kontekstual, mulai dari pengembangan produk hingga komunikasi merek. Pendekatan ini menegaskan pentingnya lingkaran hermeneutik: proses bolak-balik antara bagian dan keseluruhan makna yang memperkaya pemahaman manajer pemasaran. Dengan demikian, hermeneutika bukan sekadar alat teoritis, melainkan pendekatan praktis untuk merespons dinamika pasar multikultural dan menumbuhkan relasi yang lebih otentik antara merek dan konsumen.

Keywords

hermeneutika, budaya, perilaku pasar, pemasaran kualitatif, interpretasi konsumen, lingkaran hermeneutik

Article Details

How to Cite
Samuel, Kurniawan, T., Yanzens, T., & Jang, P. (2025). Penafsiran Budaya dan Perilaku Pasar dengan Perspektif Hermeneutika dalam Marketing di Pekan Gawai Dayak 2025 . Economics and Digital Business Review, 7(1). Retrieved from https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/ecotal/article/view/3287

References

  1. Antara News. (2025). *Festival Budaya Dayak Ketungau Tesa’ek Warnai Pekan Gawai Dayak 2025.* Retrieved from https://kalbar.antaranews.com/berita/gawai-dayak-2025
  2. Arnould, E. J., & Thompson, C. J. (2005). *Consumer Culture Theory (CCT): Twenty Years of Research.* Journal of Consumer Research, 31(4), 868–882.
  3. Arnould, E. J., & Thompson, C. J. (2018). *Consumer Culture Theory.* Thousand Oaks, CA: Sage.
  4. Belk, R. W. (2020). *Consumer Culture Theory: Research in Consumer Behavior.* Bingley: Emerald Publishing.
  5. Creswell, J. W. (2018). *Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches* (4th ed.). SAGE Publications.
  6. Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2017). *Qualitative Inquiry and Research Design* (4th ed.). SAGE.
  7. Fitriani, D., & Rahman, M. (2023). *Cultural Branding and Local Wisdom: A Qualitative Study of Indonesian Handicraft Marketing.* Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 35(2), 451–470.
  8. Gadamer, H.-G. (1960). *Truth and Method.* Continuum.
  9. Gadamer, H.-G. (2004). *Truth and Method* (Revised Edition). New York: Continuum.
  10. González-Jiménez, H. (2022). *Crafting Food Products for Culturally Diverse Markets: A Narrative Synthesis.* Journal of Business Research.
  11. Goulding, C. (2005). *Grounded Theory, Ethnography and Phenomenology: A Comparative Analysis of Three Qualitative Strategies for Marketing Research.* European Journal of Marketing, 39(3/4), 294–308.
  12. International Journal of Market Research. (2024). *Hermeneutic Discourse Analysis in Social Media Consumer Research.* International Journal of Market Research, 66(2), 145–165.
  13. Instagram Resmi Pekan Gawai Dayak (@pekan_gawai_dayak). (2025). *Dokumentasi Kegiatan Pekan Gawai Dayak XXXIX.* Retrieved from https://www.instagram.com/pekan_gawai_dayak
  14. Karlsson, H., & Karlsson, J. (2008). *Coffee Tourism: A Community Development Tool* (C-nivå thesis, Turismvetenskap).
  15. Kompas.com. (2025). *Rangkaian Acara Pekan Gawai Dayak XXXIX di Pontianak.* Retrieved from https://travel.kompas.com/read/pekan-gawai-dayak-2025
  16. Lowe, S., Carr, A., Thomas, M., & Watkins-Mathys, L. (2005). *The Fourth Hermeneutic in Marketing Theory.* Marketing Theory, 5(2), 185–203.
  17. Patton, M. Q. (2015). *Qualitative Research and Evaluation Methods* (4th ed.). SAGE.
  18. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. (2025). *Agenda Wisata Budaya Kalbar 2025.* Retrieved from https://kalbarprov.go.id/wisata-budaya-2025
  19. Ricoeur, P. (1976). *Interpretation Theory: Discourse and the Surplus of Meaning.* Fort Worth: Texas Christian University Press.
  20. Ricoeur, P. (1981). *Hermeneutics and the Human Sciences: Essays on Language, Action, and Interpretation.* Cambridge University Press.
  21. Sekretariat Bersama Kesenian Dayak (Sekberkesda) Kalimantan Barat. (2025). *Pekan Gawai Dayak XXXIX 2025 Resmi Dibuka dengan Tema Dayak Ketungau Tesa’ek.* Retrieved from https://sekberkesda.id/pekan-gawai-dayak-2025
  22. Settembre-Blundo, D., González-Jiménez, H., & Salcedo, A. (2018). *A Hermeneutic Approach to Corporate Brand Identity.* Asia Pacific Journal of Innovation and Entrepreneurship, 12(4), 406–423.
  23. Thompson, C. J. (1997). *Interpreting Consumers: A Hermeneutical Framework for Deriving Marketing Insights from the Texts of Consumers’ Consumption Stories.* Journal of Marketing Research, 34(4), 438–455.
  24. Thompson, C. J., & Arsel, Z. (2021). *Consumer Culture Theory: Transformative Research.* New York: Routledge.
  25. Thompson, C. J., Pollio, H. R., & Locander, W. B. (1994). *The Spoken and the Unspoken: A Hermeneutic Approach to Understanding Consumption.* Journal of Consumer Research, 21(3), 432–452.
  26. Wijaya, S. (2024). *Destination Image, Satisfaction and Loyalty: Hermeneutic Perspectives on Cultural Festivals.* Tourism Culture & Communication, 25(1), 37–55.
  27. Wilson, T. (2018). *Crossing Hermeneutic Horizons of Culture and Discipline.* Routledge.