Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ekonomi syariah dalam membangun pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, dengan menekankan keterkaitan antara prinsip-prinsip Islam dan pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah pendekatan studi pustaka (library research) dengan mengkaji jurnal ilmiah, buku, artikel, laporan resmi, dan data statistik terkini terkait perkembangan ekonomi nasional dan sektor keuangan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi menunjukkan tren positif, tantangan seperti ketimpangan distribusi pendapatan, keberlanjutan lingkungan, dan transformasi struktural masih memerlukan solusi strategis. Ekonomi syariah, melalui instrumen seperti zakat, wakaf produktif, sukuk hijau, dan pembiayaan mikro syariah, memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan ramah lingkungan. Strategi penguatan regulasi, inovasi instrumen keuangan, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi kunci keberhasilan implementasi model ini. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi prinsip-prinsip syariah dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan dapat membentuk perekonomian yang adil, tangguh, dan kompetitif di tingkat global.

Keywords

Ekonomi Syariah, Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.

Article Details

How to Cite
Marunta, R. A. ., Arabia, N. ., Bachtiar, I. A. ., Karmilah, K., & Malik, A. . (2025). Membangun Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Syariah. Economics and Digital Business Review, 7(1), 223–234. https://doi.org/10.37531/ecotal.v7i1.3034

References

  1. Adin, M. S., Fadhiil, I., Sahaf, S. A., & Marwono, W. T. (2023). Strategi Pembangunan ekonomi Islam.
  2. Ajustina, F., & Nisa, F. L. (2024). Implementasi Prinsip Ekonomi Syariah Terhadap Pengembangan Ekonomi Umat Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Manajemen, 2(6), 626-637.
  3. Antonio, M. S. (2018). Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.
  4. Amsari, S., Harahap, I., & Nawawi, Z. M. (2024). Transformasi paradigma pembangunan ekonomi: Membangun masa depan berkelanjutan melalui perspektif ekonomi syariah. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 8(1), 729-738.
  5. Badan Pusat Statistik (BPS). Quarterly Gross Domestic Product of Indonesia 2020–2024. BPS.
  6. Badan Pusat Statistik (BPS). Gross Domestic Product of Indonesia by Expenditure, 2020–2024. BPS.
  7. Chapra, M. U. (2019). Islam and the Economic Challenge. London: Islamic Foundation.
  8. Farooq, M. O., & El-Ashker, A. A. (2019). Sustainable Development in Islamic Economics: An Overview. Journal of Islamic Thought and Civilization, 9(1), 17–34.
  9. Hutajulu, H., Runtunuwu, P. C. H., Judijanto, L., Ilma, A. F. N., Ermanda, A. P., Fitriyana, F., ... & Wardhana, D. H. A. (2024). Sustainable Economic Development: Teori dan Landasan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Multi Sektor di Indonesia. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
  10. Irawan, Feri, Meci Nilam Sari, Miftakhul Huda, Mega Ilhamiwati, Parju, Desy Rahmawati Anwar, Ristiyanti Ahmadul Marunta, M. Dzul Fadli, Abd. Rizal, Rahmadi, Nurchayati, I Wayan Ruspendi Junaedi, dan Aprih Santoso. 2025. Ekonomi Syariah: Teori & Aplikasi Ekonomi Islam. Sumedang: CV. Mega Press Nusantara.
  11. Islamic Financial Services Board (IFSB). Islamic Financial Services Industry (IFSI) Stability Report 2023. IFSB. ifsb.org
  12. Iqbal, Z., & Mirakhor, A. (2017). Ethics and Finance: An Islamic Perspective. Washington D.C.: IMF Publications.
  13. KNEKS / Bappenas. Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI) 2019–2024. KNEKS / Bappenas. kneks.go.id+1
  14. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2023. KNEKS. kneks.go.id
  15. Kurniawan, F. (2023). Zakat dan Wakaf Produktif sebagai Instrumen Redistribusi Kesejahteraan. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 10(1), 65–80.
  16. Masyita, D., & Ahmed, H. (2018). Why Islamic Microfinance Institutions Fail: A Case Study of Indonesia. Humanomics, 34(2), 230–245.
  17. Ministry of Finance, Republic of Indonesia. Green Bond and Green Sukuk Framework / Reports (Indonesia). Kemenkeu (Green Sukuk framework & allocation reports). api-djppr.kemenkeu.go.idukifc.com
  18. Nugroho, L. & Rohman, A. (2022). Green Sukuk dan Pembiayaan Berkelanjutan: Studi Literatur. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 10(2), 121–135.
  19. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 — Booklet / Laporan Pelaksanaan. OJK. ojk.go.idsnki.go.id
  20. Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Indonesian Islamic Financial Development Report (LPKSI) 2023. OJK. ojk.go.idojk.go.id
  21. Perdana, M. A. C., & Rosi, A. I. (2023). BUKU AJAR EKONOMI PEMBANGUNAN DAERAH: Dinamika Ekonomi Pembangunan Daerah; Teori dan Praktik. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
  22. Qotrunada, A., Fadhilah, F., & Selasi, D. (2024). Peran Investasi Syariah dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia. JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA, 6(03), 101-115.
  23. Sahrudin, A. (2025). Ekonomi Syariah dan Tantangan Globalisasi dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(2), 520-524.
  24. Setiawan, D. & Zakaria, R. (2023). Ekonomi Hijau dalam Perspektif Syariah: Strategi dan Implementasi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam, 9(3), 221–238.
  25. Soehardi, D. V. L. (2022). Peran Ekonomi Syariah Dalam Mewujudkan Sustainable Development Berbasis Green Economy.
  26. Wardhono, A., Indrawati, Y., & Qori’ah, C. G. (2018). Inklusi keuangan dalam persimpangan kohesi sosial dan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pustaka Abadi.
  27. Yusuf, M. Y. (2022). Buku: Pengelolaan wakaf untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ar-Raniry Press.