Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam pengembangan usahatani rumput laut (2) Menganalisis strategi alternatif pengembbangan usahatani di Desa Tihengo Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian survei yang menghasilkan data-data analisis deskrptif kuantitatif dengan teknik analisis data yaitu analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang terdapat pada usahatani rumput laut yaitu faktor internal yakni adanya motivasi petani, membudidayakan rumput laut, pengalaman usahatani, tenaga kerja, melibatkan anggota keluarga, terpenuhi bibit unggul, modal usaha, dan masih kurangnya teknologi. Untuk faktor eksternal adanya dukungan pemerintah, usaha rumput laut menguntungkan, kurangnya informasi pasar, kualitas perairan layak, ruang untuk budidaya tersedia, cuaca tidak menentu, harga fluktuatif, peminatan masih kuran dan adanya serangan hama. Berdasarkan matriks IFAS Strategi yang dapat dilakukan dalam rangka pengembangan rumpu laut di Tihengo Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara yaitu berada pada kuadran I memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan memaksimalkan peluang yang ada.


 

Article Details

How to Cite
Olii, N. A. T., Rauf, A. ., & Saleh, Y. . (2025). Strategi Pengembangan Usahtani Rumput Laut Pada Masyarakat Pesisir Desa Tihengo Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara. Economics and Digital Business Review, 5(2), 484–492. https://doi.org/10.37531/ecotal.v5i2.1841

References

  1. Amang, A., Mulyadi, & Andyan, P. U. (2023). Strategi Pengembangan Bisnis. Sulur Pustaka.
  2. Gorontalo Utara, B. P. S. (2019). Badan Pusat Statistik Gorontalo Utara. Komoditas Pertanian diGorontalo Utara.
  3. Jumardi, Rosdiana, Hitani, & Muhammadiah. (2020). Budidaya Rumput Laut. Guepedia.
  4. Kordi, K. M. G. H. (2011). Kiat Sukses Budidaya Rumput Laut di Laut dan Tambak. Andi.
  5. Nadir, & Mutmainnah. (2018). Analisisi Usahatani Perikanan Nelayan Patorani. Media tama.
  6. Nikmah, U. (2019). Mengenal Rumput Laut. Alprin.
  7. Nurdin, M. F., Laapo, A., & Howara, D. (2013). Strategi pengembangan usaha budidaya rumput laut di Desa Lalombi Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Dongala. Jurnal Agribisnis, 1(2), 192–193.
  8. Rangkuti, F. (2017). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia.
  9. Shinta. (2017). Manajemen Pemasaran Dalam Penegembangan Kawasan Agribisnis Tebu. Jurnal Ilmiah Pertanian Brawijaya Malang, 2(7).
  10. Sjafrizal. (2017). Ekonomi Ragional. Niaga Swadaya.
  11. Soekartawi. (2016). Ilmu Usahatani dan Penelitian Untuk Pengembangan Petani Kecil. Universitas Indonesia.
  12. Songi, R. I., Mahludin, B., & Asda, R. (2018). Strategi Pengembangan Agribisnis BawangMerah di Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Jurnal Agrenesia, 3(1), 30–38.
  13. Wibowo, I. S., Santosa, G. W., & Djunaidi, A. (2020). Metode Lepas Dasar dengan Net Bag pada Pertumbuhan Kappaphycus alvarezii, Doty ex Silva (Florideophyceae: Solieriaceae). Journal of Marine Research, 9(1), 49–54.