Main Article Content

Abstract

Budaya Khataman al-Qur’an merupakan salah satu budaya yang masih dipertahankan di Maluku. Setiap Daerah memiliki cara yang berbeda-beda dalam pelaksanaannya. Penelitian ini telah mengungkap bagaimana pelaksanaan Khtaman al-Qur’an di Maluku khususnya Kabupaten Buru, nilai-nilai pendidikan Islam apa saja yang terkandung dalam budaya Khataman al-Qur’an, faktor apa saja yang mendukung dan menghambat perayaan Khataman al-Qur’an dan bagaimana imlpkasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam Ktataman al-Qur’an dalam mewujudkan masyarakat berkarakter Qur’ani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lingkup dan batas wilayah penelitian pada penelitian ini adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku yaitu Kabupaten Buru. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan maret hingga bulan Oktober 2022. Yang menjadi informan dalam penelitian ini terdiri dari 1) masyarakat di kawasan lokasi penelitian, 2) penyelenggara/panitia khataman Al-Quran, 3) tokoh adat, 4) tokoh agama, 5) tokoh pemuda, dan 6) aparat pemerintahan. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara (interview), focus group discussion (FGD), survey, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1). Khataman al-Qur’an di Kabupaten Buru Budaya ini dilaksanakan dengan tingkatan-tingkatan. Tingkatan pertama membaca al-Qur’an dan hafalan surat pendek dari surat ad-Dhuha sampai surat an-Nas. Ini diikuti anak dari TK sampai SD. Sedangkan tingkatan kedua apabila santri yang selesai membaca al-Qur’an dan tahfid per juz yang diikuti oleh anak SMP?MTs ke atas. Nilai-nilai Pendidikan Islam yang terdapat  dalam budaya Khataman al-Qur’an adalah 1). Nilai Tauhid dimana dimana para santri meyakini bahwa kitab al-Qur’an adalah kalam Allah yang harus dibaca dan diamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,  2) Nilai ibadah, hal ini dibuktikan dengan adanya prosesi Khtaman al-Qur’an, di mana para santri telah mempertunjukkan bacaan dan hafalannya di hadapan orang tua dan para undangan, 3). Nilai akhlak baik akhlak kepada Allah Maupun akhlak kepada sesama manusia. Faktor yang mendukung perayaan ini adalah: 1). Masyarakat pulau Buru mayoritas beragama Islam yang masih mempertahankan budaya Khataman al-Qur’an, 2). Adanya kebijakan pemerintah Daerah atau Program Bupati “GELORA” Gerakan Bupolo Maghrib Mengaji. Sedangkan faktor yang menghambat kegiatan ini adalah : 1). Kemajuan alat elektronik Hand Phone, anak-anak sibuk bermain HP, 2). Kesibukan orang tua dalam bekerja, 3). Faktor biaya. Implikasi nilai-nilai budaya Khataman al-Qur’an yaitu santri rajin melaksanakan shalat lima waktu, puasa, mengaji, mengucapkan salam, mencium tangan orang yang lebih tua, memiliki adab sopan santun kepada guru, orang tua dan kepada orang lain

Keywords

Budaya Khtaman al-Qur’an, Masyarakat Berkarakter Qur’ani

Article Details

How to Cite
Sa’idah, U. ., & Nursaid, N. (2025). Enkulturasi Budaya Khataman Al-Quran Untuk Mewujudkan Masyarakat Maluku Yang Berkarakter Qurani . Economics and Digital Business Review, 5(2), 673–693. https://doi.org/10.37531/ecotal.v5i2.1732

References

  1. A. Syafri, U. Pemikiran Pendidikan Islam Di Era Revolusi Industri 4.0. In The Annual Conference on Islamic Education and Social Science, 2012) (Vol. 1, No. 1, pp. 14-22).
  2. A., Strauss, & Corbin, J. Grounded Theory Methodology. Handbook of Qualitative Research, 1994.
  3. Abdullah, M. Yatim. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur’an, Cet. III; Jakarta: Amzah, 2003.
  4. Achmadi, Ideologi Islam Paradigma Humanisme Theosentris, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
  5. Affan, M. Nur dan Hafidz Maksum, “Mengembangkan Masyarakat Indonesia Berkarakter”, 1st Annual International Seminar on Education 2015 SEMINAR PROCEEDINGS 160| Faculty of Tarbiyah and Teacher`s Training of UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
  6. al-Najjar, Zaghlul. Tafsir al-Ayah al-Kawniyyah fi al-Qur’an al-Karim. Qaherah: Maktabah al-Syuruq al-Dawliyyah, 2016.
  7. Al-Rasyidin dan Samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Press, 2005.
  8. Aly, Hery Noer dan Munzier S., Watak Pendidikan Islam, Jakarta: Friska Agung Insani, 2000.
  9. Arifin, Samsul. Menggali Makna Khataman al-Qur’an di Pondok Pesantren Giri Kesumo Demak (Studi Living Qur’an.
  10. Daradjat, Zakiyah. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
  11. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1994.
  12. Djatmika, Rachmat. Sistem Etika Islami, Cet. I; Jakarta: Citra Serumpun Padi,1996.
  13. Fauzi, Moh. Hasan. Tradisi Khataman al-Qur’an Via Whatsapp Studi Kasus Anak Cucu Mbah Ibrahim al-Ghazali Ponorogo Jawa Timur, Jurnal Studi Islam dan Sosial: Vol. 17 No. 1. Juni 2019.
  14. Hakim, Atang Abd. dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2000.
  15. Hidayatullah, A. I. Ondeng, S, Shamsudduha, St. Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Mappanre Temme’ Pada Masyarakat Bugis Di Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan, Vol 17 No 2, 402-415. file:///C:/Users/Syarifa%20Lulu%20Assagaf/Downloads/3501-Article%20Text-9389-1-10-20191110.pdf. 2019).
  16. https://www.nu.or.id/wawancara/siapakah-yang-disebut-manusia-qurani-xxHTH diakses pada tanggal 19 Oktober 2022.
  17. Isna, Mansur. Dirkursus Pendidikan Islam, Yogyakarta, Global Pustaka Utama, 2001.
  18. Jamaludin , Adon Nasrullah. Sosiologi Perkotaan, Memahami Masyarakat Kota dan Problematikanya, CV: Pustaka Setia, Cet 2, 2 Mei 2017.
  19. K., Agustang. Tradisi Khatam Qur’an sebagai Upaya Perwujudan Pendidikan Karekter Islami di Kota Ternate Maluku Utara, Foramadiahi, 11, 2019.
  20. L., Groat & Wang, D. Qualitative Research. Architectural research methods, 2002.
  21. Liputan6.com. Khatam Quran Menolak Kutukan di Maluku Tengah, Diakses pada 16 Januari 2020 dari https://www.liputan6.com/news/read/28468/khatam-quran-menolak-kutukan-di-maluku-tengah. 2002.
  22. M., Corbin, J. & Strauss, A. Grounded Theory Methodology. Handbook of Qualitative Research, 2011.
  23. Madjid, Abd. Pendidikan Berbasis Ketuhanan, Bandung: CV. Maulana Media Grafika, 2011.
  24. Marimba, Ahmad D. Pengantar Filsafat Pendidikan, Bandung: AL-Ma’arif, 1989.
  25. Muhaimin dan Abdul Majid, Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalnya, Bandung, Trigenda Karya, 1993.
  26. Mustofa, Akhlak Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia, 2010.
  27. Nata, Abudin. Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia, Cet. 4; Jakarta: Rajawali Pers, 2012.
  28. Nata, Abudin. Akhlak Tasawuf, Jakarta: Rajawali Pers, 2009.
  29. Nata, Abudin. Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: CV. Pustaka Setia, 1997.
  30. Nata, Abudin. Pemikiran Pendidikan Islam Islam dan Barat, Jakarta: Rajawali Pers, 2012.
  31. S., Ainun Hakiemah, Jazilus “Khataman Al-Qur‟an di Pesantren Sunan Pndanaran Yogyakarta: Kajian Living Hadis”, Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith: Vol. 9, No. 1, Juni 2019.
  32. Sulastini, Fenty dan Moh. Zamili, “Efektivitas Program Tahfidzul Qur’an dalam Pengembangan Karakter Qur’ani”, Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Volume 4, Nomor 1, Oktober 2019.
  33. Syam, Mohammad Nur. Pendidikan Filsafat dan Dasar Filsafat Pancasila, Surabaya: Usaha Nasional, 1986.
  34. T., Purwanto. Tafsir Atas Budaya Khatm Al-Qur’ān Di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Yogyakarta. Ilmu Ushuluddin, Volume 7, Nomor 2. 171-184. file:///C:/Users/Syarifa%20Lulu%20Assagaf/Downloads/15573-51175-1-PB.pdf, 2020).
  35. Thoha, Chabib. Kapita Selekta Pendidikan Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996.
  36. Tillman, Diane. Living Values Actifities For Children Ages 8-14, Jakarta: PT. Gramedia, 2004.
  37. Tim Pengembang Ilmu Pendidikan, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Cet. II; PT. Imperial Bhakti Utama, 2007.
  38. W. Wirdaningsih. “Enkulturasi Nilai-nilai Budaya dalam Keluarga pada Perhelatan Mandoa Khatam Al-Qur’an di Masyarakat Balai Gurah, Sumatera Barat” INSANCITA: Journal of Islamic Studies in Indonesia and Southeast Asia, Vol.2(1), February, pp.53-62. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press Owned By ASPENSI, ISSN 2443-1776. 2017).
  39. W. Wirdaningsih. Tradisi “Mandoa” Untuk Anak Khatam Qur’an Dalam Keluarga Luas Minangkabau (Studi Etnografi, Tradisi Mandoa Anak Berkhatam Qur’an Di Tigo Baleh Bukit Tinggi Sumatera Barat). Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender, 12 (1), 86-91. doi:https://doi.org/10.15408/harkat.v12i1.7583, 2016).
  40. Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan, Cet. II; Jakarta: Kencana, 2012.
  41. (http://www.dpmptsp-maluku.com/buru/gambaran-umum)
  42. (https://burukab.bps.go.id/indicator/12/105/1/jumlah-penduduk-menurut-kelompok-umur-dan-jenis-kelamin.html).