Main Article Content
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran self concept, gambaran kemampuan dalam bersosialisasi, serta gambaran penerimaan diri remaja broken home khususnya di Kec. Pamona Puselemba, Kab. Poso, Sulawesi Tengah. Self Concept adalah gambaran bagaimana kita melihat dan mengenal diri kita, bagaimana pendapat orang lain mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. Subjek penelitian ini berjumlah 3 orang dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Metode pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bersifat fenomenologis, Pemilihan metode penelitian ini sejalan dengan tujuan penelitian yaitu memahami pengalaman subyektif responden terkait bagaimana self concept remaja awal dari keluarga broken home. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta documentasi sebagaimana dilakukan melalui pencatatan, perekaman, pengamatan perilaku, menyusun transkrip, pengkodean serta melakukan analisis data menggunakan teknik reduksi data serta trianggulasi yaitu mengumpulkan data dari subjek sekunder yang menjadikan hasil penelitian menjadi kompleks pada tahap interpretasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagaian besar tingkat self concept para remaja di Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Sulawesi Tengah mengarah ke self concept positif. Hal ini didukung oleh mereka yang sudah bisa menerima keadaan mereka dengan menjalani sebagaimana kehidupan mereka yang sekarang dan fokus dengan pendidikan yang tengah mereka tekuni sekarang.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
- Adristi, Salsabila Priska. "Peran Orang Tua pada Anak dari Latar Belakang Keluarga Broken Home." Lifelong Education Journal 1.2 (2021): 131-138.
- Alvarez, R. (2021). Dinamika Psikologis Remaja Yang Berasal Dari Keluarga Broken Home Dalam Pergaulan (Studi Kasus Pada Mahasiswa Institut Agama Islam Syekh Nurjati Cirebon Yang Mengalami Keluarga Broken Home) (Doctoral dissertation, IAIN Syekh Nurjati Cirebon).
- Dewi, I. A. S., & Herdiyanto, Y. (2018). Dinamika penerimaan diri pada remaja broken home di bali. Jurnal Psikologi Udayana, 5(2), 434-443.
- Fahrurrazi, F., & Casmini, C. (2020). Bimbingan Penerimaan Diri Remaja Broken Home. ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 3(2), 142-152.
- Hadyani, I. A., & Indriana, Y. (2017). Proses Penerimaan Diri Terhadap Perceraian Orangtua” The Process of Self Acceptance of Parental Divorce (Sebuah Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis). Empati: Jurnal Karya Ilmiah S1 Undip, 6(3),303–312.
- Oktavirahmi, Nila. Gambaran Konsep Diri Pada Remaja Dari Keluarga Broken Home. Diss. Universitas Islam Riau, 2021.
- Padatu, H. (2015). Konsep diri dan self disclosure remaja broken home di kota makassar. Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(3), 1-17.
- Pratiwi, I. W., & Handayani, P. A. L. (2020). KONSEP DIRI REMAJA YANG BERASAL DARI KELUARGA BROKEN. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM, 9(1), 17-32.
- Ranny, R., AM, R. A., Rianti, E., Amelia, S. H., Novita, M. N. N., & Lestarina, E. (2017). Konsep diri remaja dan peranan konseling. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 2(2), 40-47.
- Riska Damayanti,S.Sos. (19200010004) Self Concept Remaja Broken Home Dalam Interaksi Sosial: Studi Kasus Di Desa Cinta Maju.
- Safitri, A. M. (2017). Proses dan Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Memaafkan pada Remaja Broken Home. Psikoborneo, 5(1), 152–161.
- Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.Bandung: Alfabeta
References
Adristi, Salsabila Priska. "Peran Orang Tua pada Anak dari Latar Belakang Keluarga Broken Home." Lifelong Education Journal 1.2 (2021): 131-138.
Alvarez, R. (2021). Dinamika Psikologis Remaja Yang Berasal Dari Keluarga Broken Home Dalam Pergaulan (Studi Kasus Pada Mahasiswa Institut Agama Islam Syekh Nurjati Cirebon Yang Mengalami Keluarga Broken Home) (Doctoral dissertation, IAIN Syekh Nurjati Cirebon).
Dewi, I. A. S., & Herdiyanto, Y. (2018). Dinamika penerimaan diri pada remaja broken home di bali. Jurnal Psikologi Udayana, 5(2), 434-443.
Fahrurrazi, F., & Casmini, C. (2020). Bimbingan Penerimaan Diri Remaja Broken Home. ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 3(2), 142-152.
Hadyani, I. A., & Indriana, Y. (2017). Proses Penerimaan Diri Terhadap Perceraian Orangtua” The Process of Self Acceptance of Parental Divorce (Sebuah Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis). Empati: Jurnal Karya Ilmiah S1 Undip, 6(3),303–312.
Oktavirahmi, Nila. Gambaran Konsep Diri Pada Remaja Dari Keluarga Broken Home. Diss. Universitas Islam Riau, 2021.
Padatu, H. (2015). Konsep diri dan self disclosure remaja broken home di kota makassar. Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(3), 1-17.
Pratiwi, I. W., & Handayani, P. A. L. (2020). KONSEP DIRI REMAJA YANG BERASAL DARI KELUARGA BROKEN. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Pengembangan SDM, 9(1), 17-32.
Ranny, R., AM, R. A., Rianti, E., Amelia, S. H., Novita, M. N. N., & Lestarina, E. (2017). Konsep diri remaja dan peranan konseling. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia), 2(2), 40-47.
Riska Damayanti,S.Sos. (19200010004) Self Concept Remaja Broken Home Dalam Interaksi Sosial: Studi Kasus Di Desa Cinta Maju.
Safitri, A. M. (2017). Proses dan Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Memaafkan pada Remaja Broken Home. Psikoborneo, 5(1), 152–161.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.Bandung: Alfabeta