Main Article Content

Abstract

Sebagai salah satu bahasa internasional, bahasa inggris sangat dibutuhkan untuk alat komunikasi dalam dunia  pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknik kepemanduan pramuwisata di Desa Wisata Hijau Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah. Desa Wisata Hijau Bilebante, berlokasi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, adalah destinasi wisata yang menampilkan keindahan alam, kekayaan budaya, dan agrowisata. Terkenal dengan pemandangan sawah hijau dan kebun herbalnya, desa ini menawarkan berbagai aktivitas seperti trekking, bersepeda, dan menikmati kuliner lokal. Pemandu wisata menggunakan teknik storytelling untuk menyampaikan informasi tentang sejarah dan atraksi desa. Bekerja sama dengan pemerintah dan asosiasi pariwisata, desa ini menjamin layanan berkualitas sesuai standar HPI. Meskipun terdapat kendala bahasa asing, desa ini tetap menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kehidupan pedesaan yang autentik dan edukatif. Di dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam wawancara melibatkan tiga tour guide lokal yang kemudian di olah menggunakan reduksi data. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Teknik kepemanduan bahwa pemandu wisata di Desa Wisata Hijau Bilebante sering menggunakan teknik storytelling untuk menarik minat wisatawan. Mereka menceritakan sejarah desa, menjelaskan atraksi, wisata kuliner, dan kebun herbal yang ada di desa tersebut, karena hal-hal ini sangat menarik bagi wisatawan.

Keywords

Teknik, kepemanduan, pramuwisata lokal

Article Details

How to Cite
Azani, A. N. ., Supardi , S. ., & Rumba , R. . (2024). Teknik Kepemanduan Pramuwisata Lokal Di Desa Wisata Hijau Bilebante, Kabupaten Lombok Tengah. Economics and Digital Business Review, 5(2), 765–772. https://doi.org/10.37531/ecotal.v5i2.1331

References

  1. Ayuna, N. E. (2023). Peran Komunikasi Dalam Proses Akulturasi Sistem Sosial Lokal. Technomedia Journal, 8(1 Juni), 35–51.
  2. Chapter, B. (n.d.). DI KABUPATEN TABANAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 ( Sebuah Upaya Shifting dan Synergy dalam Bisnis Inklusif ) (Vol. 19).
  3. Fajri, K., Kartika, T., Afriza, L., Yapari Bandung, S., & Sutami, J. (2020). PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEPEMANDUAN WISATA DI DESA WISATA CIBUNTU KAB. KUNINGAN PROVINSI JAWA BARAT THE COMMUNITY EMPOWERMENET IN IMPROVING TOURIST GUIDING CAPABILITY IN TOURISM VILLAGE CIBUNTU DISTRICT OF KUNINGAN WEST JAVA PROVINCE (Vol. 6, Issue 1).
  4. Hayati, E. D., & Drihartati‬, S. (2021). PENERAPAN TEKNIK KEPEMANDUAN WISATA DALAM NARASI PEMANDU WISATA KOTA LAMA SEMARANG (Vol. 07, Issue 1).
  5. Ketut, I., & Widyatmaja, I. G. N. (2010). Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. 252.
  6. Kristiana, Y., Sinulingga, P., & Lestari, R. (2018). Kunci sukses pemandu wisata. Deepublish.
  7. Marnis, P. (2021). manajemen sumber daya manusia.
  8. McCusker, K.,& Gunaydin, S. (2015). (2015). metode kualitatif. Nhk技研, 151, 10–17.
  9. Mulyanto, A., & Prakoso, A. D. (2022). Penerapan Knowledge Management System Quality Control Pada Kriteria Part NG Dan OK Di PT Setia Guna Selaras Dengan Menggunakan Seci Model. Jurnal Informatika SIMANTIK, 7(2), 1–9.
  10. Nuriata. (2015). perjalanan wisata. 2015.
  11. Prasetyo, P. (2010). Promosi komik desa wisata kampung batik laweyan untuk remaja. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/15220%0Ahttps://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/15220/MzAxMzc=/Promosi-komik-desa-wisata-kampung-batik-laweyan-untuk-remaja-PEPRI-PRASETYO.pdf
  12. Salampessy, M., Suhariyanto, D., Mesra, R., Qadri, U. L., Amane, A. P. O., Alaslan, A., Fahrizal, M., Prestoroika, E., Awaluddin, M., & Putri, T. D. (2023). Kebijakan Publik. CV. Gita Lentera.
  13. Soraya, M., Soetarto, H., & Alfiyah, N. I. (2021). Optimalisasi Pramuwisata Dalam Pelayanan Kepariwisataan Di Kabupaten Sumenep. Public Corner, 16(2), 42–63. https://doi.org/10.24929/fisip.v16i2.1698
  14. Sugiarto. (2016). aktivitas di desa wisata bilebante. 4(1), 1–23.
  15. Tengah, L., & Saufi, A. (2023). Pendampingan Untuk Kreasi Sungai Larangan Di Desa Bilebante , Kecamatan.