Main Article Content

Abstract

The results of this research show that the meaning of costs in the "Dutu" inter-property tradition is as a form of transaction, as budgeting and planning, costs as sincerity, costs as a symbol of commitment, and is interpreted by the community as symbolic and traditional as well as sacrifice. This shows that costs have more value than just the goal of gaining financial profit or income, but have a deeper meaning when viewed from a cultural perspective. From the Dutu tradition, it can be concluded that Tulus Ikhlas is a strong basis for interpreting costs. With sincerity, the costs incurred become more than just numbers on an accounting sheet; it is an expression of affection, appreciation and sincere commitment in living life together.

Keywords

Makna Biaya Dalam Tradisi Antar Harta (Dutu) Dilihat Dari Sudut Pandang Akuntansi

Article Details

How to Cite
Lahay, S. M. R. ., Amaliah, T. H. ., & Wuryandini, A. R. . (2024). Makna Biaya Dalam Tradisi Antar Harta (Dutu) Dilihat Dari Sudut Pandang Akuntansi. Economics and Digital Business Review, 5(2), 786–793. https://doi.org/10.37531/ecotal.v5i2.1257

References

  1. Bastian Bustami, N. (2013). Akuntansi Biaya. Jakarta: Penerbit Mira Wacana Media.
  2. Budianto, R., Latifah, S. W., Suhardianto, N., & Iswati, S. (2023). Budaya Akuntansi Indonesia: Praktik Akuntansi Level Keluarga, Masyarakat, dan Bisnis. Jurnal Akademi Akuntansi, 6(1), 63-78.
  3. Bustami, B. (n.d.).
  4. Candira, D. (2019). Analisis Perencanaan Penganggaran Keuangan Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepahiang. Jurnal Governance Dan Administrasi Publik, 3(2), 11-20.
  5. Firda, F., Sari, N., & Ayu Dasila, R. (2023). Konsep Tradisi Uang Panai’Dilihat Dari Sudut Pandang Akuntansi. Konsep Tradisi Uang Panai’Dilihat Dari Sudut Pandang Akuntansi, 6(2), 1436-1446.
  6. Harahap, S. S. (2015). Teori Akuntansi. Depok: Pt Rajagrafindo Persada.
  7. Hinta, E., Masie, S. R., Ntelu, A., & Malik, H. S. (2021). Pengenalan Makna Dan Simbol Perangkat Tanaman Adat Dalam Ritual Modutu Antaran Gorontalo. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1293-1303.
  8. Husni, O. (2017). Kafaah Dalam Pernikahan Menurut Hukum Islam. Jurnal Universitas Galuh, 5(2), 170.
  9. Ibrahim, A. (2022). Mengenal Dutu, Persembahan Kaum Lelaki di Gorontalo Syarat Utama Melaksanakan Pernikahan. Gorontalo: Liputan 6. https://www.liputan6.com/regional/read/4988729/mengenal-dutu-persembahan-kaum-lelaki-di-gorontalo-syarat-utama-melaksanakan-pernikahan?page=2
  10. Mahmudah, N., & Supiah, S. (2018). Tradisi Dutu Pada Perkawinan Adat Suku Hulondhalo Di Kota Gorontalo Perspektif Maqāshid Al-Syarī’ah. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi, dan Keagamaan, 5(2), 167-174.
  11. Mulyadi. (2016). Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Unit Penerbit Dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Ykpn.
  12. Nur, A. J., & Syahril, S. (2022). Akuntansi Budaya Kokocoran Dikepulauan Kangean Kabupaten Sumenep Madura. Journal of Accounting and Financial Issue (JAFIS), 3(2), 16-26.
  13. Nurhayati, A. (2011). Pernikahan Dalam Perspektif Alquran. Asas: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 3(1).
  14. Patilima, H. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfbeta, Cv.
  15. Prof.Dr.Lexy J.Moleong, M. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pt Remaja Rosdakarya Offset.
  16. Puniman, A. (2018). Hukum Perkawinan Menurut Hukum Islam Dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Jurnal Yustitia, 19(1).
  17. Rahayu, S., Yudi, Y., & Sari, D. P. (2016). Makna “Lain” Biaya pada Ritual Ngaturang Canang Masyarakat Bali. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 7(3), 382-398.
  18. Rahman, Y., Noholo, S., & Santoso, I. R. (2019). Konsep Akuntansi Syariah Pada Budaya Mahar. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 10(1), 82-101.
  19. Ramadhania, R. (2021). Akuntansi antropologi: ritus pernikahan jawa dengan pembukuan untuk nilai kemasyarakatan. Oetoesan-Hindia: Telaah Pemikiran Kebangsaan, 3(1), 30-34.
  20. Slamet Sugiri Sodikin, B. A. (2018). Akuntansi Pengantar 1. Yogyakarta: Unit Penerbit Dan Percetakan.
  21. Sugiono. (2018b). Metode Penelitian Manajemen (Alfabeta, Ed.; 6th Ed.).
  22. Sugiyono. 2017a. Metode Penelitian Kualitatif (S. Y. Suryandari (Ed.)).
  23. Suparmun, H. (2015). Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial: Komitmen Organisasi Dan Ketidakpastian Lingkungan Sebagai Moderasi. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 17(1), 77-84.
  24. Syafitri, D. R., & Tumirin, T. (2022). Manifestasi Cinta: Makna Biaya Dalam Tradisi Sedekah Bumi Desa Karangkiring. Proceeding Umsurabaya, 1(1).
  25. Thalib, M. A., Sujianto, A. N., Sugeha, H. F., & Huruji, S. (2023). Studi Etnometodologi Islam: Mengupas Praktik Akuntansi berbasis Nilai Budaya Lokal. Jurnal Buana Akuntansi, 8(2), 90-101.
  26. Tumirin, T., & Abdurahim, A. (2015). Makna biaya dalam upacara Rambu Solo. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(2), 175-184.
  27. Umam. (2022). Sosial Budaya. Jakarta: Garmedia. https://www.gramedia.com/literasi/budaya/
  28. Samiun, A. A., Triyuwono, I., & Roekhudin, R. (2020). Akuntabilitas Dalampraktik Akuntansi Upahan Dan Hapolas: Sebuah Pendekatan Etnografi. Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban, 6(1).
  29. Ratunuman, S. M. (2013). Analisis Pengakuan Pendapatan Dengan Persentase Penyelesaian Dalam Penyajian Laporan Keuangan Pt. Pilar Dasar. Jurnal Emba: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(3).