Main Article Content

Abstract

Digitalisasi dalam pengelolaan koperasi tingkat desa masih menjadi tantangan utama, khususnya pada
daerah yang memiliki keterbatasan akses teknologi dan literasi digital. Koperasi Merah Putih Kampung
Yoka menghadapi kesulitan dalam pencatatan simpan-pinjam, administrasi transaksi, serta penyusunan
laporan keuangan yang akurat. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini memperkenalkan KO’PAS
(Koperasi Praktis dan Sederhana), aplikasi berbasis Excel yang berfungsi untuk membantu proses
administrasi secara otomatis tanpa memerlukan koneksi internet. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi
sosialisasi, pelatihan teknis, uji coba aplikasi, serta pendampingan operasional. Inisiasi aplikasi KO’PAS
sebagai solusi digitalisasi sederhana yang dapat mendukung penguatan ekonomi desa serta dapat
membangun operasional koperasi menjadi lebih akurat.

Keywords

Digitalisasi Koperasi Desa KO'PAS Pengabdian Masyarakat Keuangan Digital

Article Details

How to Cite
Prasetyo Arjuna, B. J., Falah, S., Patma, K., Ramadhan, C. V., Chirstin Upessy, V. M., Sarwom, J. Y., … Khaerun Nisa, E. (2025). Implementasi Dan Pelatihan Aplikasi KO’PAS (Koperasi Praktis Dan Sederhana) Dalam Meningkatkan Digitalisasi Keuangan Koperasi Merah Putih Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura. Celebes Journal of Community Services, 5(1), 14–22. Retrieved from https://ojs.stieamkop.ac.id/index.php/celeb/article/view/3419

References

  1. Arzewiniga, F., & Zulkarnain. (2025). Tantangan dan peluang kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih. Jurnal Manajemen dan Inovasi, 6(2).
  2. Cahyono, B. P., Sohirin, & Al-Asfahani, N. Z. (2023). Implementasi digitalisasi koperasi sebagai penguatan ekonomi kerakyatan di era Revolusi Industri 4.0. Ejak: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pajak, 3(1), 1–8.
  3. Dasuki, R. E., & Ramdani, A. M. (2025). Peran financial technology dalam meningkatkan efisiensi dan minimalisasi risiko operasional: Studi kasus pada Koperasi Karyawan (Kopkar) PLN Sumedang. J-Coop: Journal of Co-operative, 1(1), 75–84. https://doi.org/10.32670/jc.v1i1.8
  4. Hadiyat, Y. D. (2014). Kesenjangan digital di Indonesia: Studi kasus di Kabupaten Wakatobi. Jurnal Pekommas, 17(2), 81–90.
  5. Koswara, A., et al. (2024). Digitalisasi Ekonomi di Pedesaan: Mengkaji Kesenjangan Infrastruktur Digital di Indonesia, 05.
  6. Mandira, I. M. C., & Kusuma, P. S. A. J. (2022). Strategi digitalisasi ekonomi kerakyatan. Management and Accounting Expose, 5(1), 11–22. https://doi.org/10.36441/mae.v5i1.633
  7. Manzilati, A., Efani, A., Kornitasari, Y., & Sari, M. (2024). Pengembangan digitalisasi koperasi guna mendorong modernisasi Koperasi Mina Jaya di Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. IHSAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 220–229.
  8. Ningsih, R., & Yolanda, Y. (2025). Digitalization of financial services and financial inclusion in rural areas. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 3(2). https://doi.org/10.62007/joumi.v3i2.463
  9. Salle, H. T., et al. (2025). Celebes Journal of Community Services, 4(2), 230–239.
  10. Susilawati, M. (2021). Koperasi digital: Seberapa penting dan kesiapannya? Akuntansi Bisnis dan Manajemen (ABM), 28(2), 37–51.
  11. Utami, K. G. A., & Dharmawan, A. S. (2021). Pengaruh tingkat literasi keuangan terhadap kinerja pengelolaan keuangan pada Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Buleleng. JIMAT: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 12(1), 746–757. https://doi.org/10.23887/jimat.v12i1.28009
  12. Wahyudiono, B., & Iryani, L. D. (2025). Financial literacy and its impact on loan performance: Some evidence from saving and loan cooperatives in Indonesia. JIMFE (Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi), 11(1), 111–124. https://doi.org/10.34203/jimfe.v11i1.11381Widodo, T., & Rahman, A. (2021). Factors affecting digital financial service adoption among rural communities: Evidence from Indonesia. Journal of Economics and Administrative Sciences, 37(1), 63–81.