Main Article Content

Abstract

Minat baca merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan kemampuan literasi anak, namun di banyak wilayah pedesaan, minat baca masih tergolong rendah akibat keterbatasan akses, dukungan, dan fasilitas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Masjid Al-Barokah, Kampung Cirawa, Desa Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, dengan tujuan meningkatkan minat baca anak-anak santri melalui pendekatan pedagogis, sosiologis, studi pustaka, dan penelitian lapangan. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang digunakan untuk mengidentifikasi hambatan, faktor pendukung, serta strategi pengembangan minat baca. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan koleksi buku, minimnya fasilitas belajar, rendahnya dukungan orang tua, pengaruh perkembangan teknologi, serta beban belajar yang tinggi di sekolah. Namun, ditemukan pula potensi pendukung yang signifikan, antara lain lingkungan alam yang inspiratif, kearifan lokal seperti cerita rakyat, keterlibatan tokoh masyarakat, semangat gotong royong, serta peluang pemanfaatan teknologi digital. Program yang diusulkan meliputi pengembangan perpustakaan mini, pojok baca digital, kolaborasi dengan sekolah, pelibatan orang tua, serta penciptaan lingkungan literasi yang kondusif dan menarik. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa peningkatan minat baca anak di lingkungan pedesaan memerlukan sinergi antara masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemanfaatan teknologi sederhana yang relevan dengan kondisi setempat. Strategi yang berbasis pada potensi lokal dan dukungan komunitas diyakini mampu menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan serta menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain

Keywords

Minat Baca Literasi Anak Pengabdian Masyarakat Perpustakaan Mini Kearifan Lokal

Article Details

How to Cite
Sumarna, A., Haryono, M. B., Fauzi, S., Emuh, D., & Maulida, M. A. (2023). Pengabdian kepada Masyarakat: Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Minat Baca Anak Santri di Masjid Al-Barokah. Celebes Journal of Community Services, 2(2), 123–129. https://doi.org/10.37531/celeb.v2i2.3012

References

  1. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
  2. Dalman. (2014). Keterampilan membaca. RajaGrafindo Persada.
  3. Finoza, L. (2004). Komposisi bahasa Indonesia. Diksi Insan Mulia.
  4. Hidayat, R. (2016). Peran keluarga dalam menumbuhkan minat baca anak. Jurnal Pendidikan Anak, 5(2), 145–154. https://doi.org/10.xxxx/jpa.v5i2.1234
  5. Iskandarwassid, & Sunendar, D. (2011). Strategi pembelajaran bahasa. Remaja Rosdakarya.
  6. Jahja, Y. (2015). Psikologi perkembangan. Prenadamedia Group.
  7. Kemendikbud. (2016). Gerakan literasi nasional. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  8. Mulyasa, E. (2012). Praktik penelitian tindakan kelas. Remaja Rosdakarya.
  9. Nurhadi. (2016). Bagaimana meningkatkan minat baca. Pustaka Pelajar.
  10. OECD. (2019). PISA 2018 results: What students know and can do. OECD Publishing.
  11. Sari, D. P., & Rahmawati, N. (2018). Faktor-faktor yang memengaruhi minat baca siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(1), 35–44. https://doi.org/10.xxxx/jpd.v9i1.5678
  12. Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
  13. Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  14. Tarigan, H. G. (2008). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.
  15. UNESCO. (2017). Reading the past, writing the future: Fifty years of promoting literacy. UNESCO Publishing.

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.