Main Article Content
Abstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya bullying sebagai upaya pencegahan perilaku perundungan di lingkungan SDN Cikupa, Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung. Latar belakang kegiatan ini didasari oleh tingginya potensi terjadinya bullying pada siswa sekolah dasar, termasuk bentuk-bentuk yang sering dianggap wajar seperti saling mengejek, padahal tergolong bullying verbal yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pedagogis dan sosiologis yang didukung dengan studi pustaka (library research) serta penelitian lapangan (field research) melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan ini memperoleh dukungan penuh dari pihak sekolah dan antusiasme tinggi dari siswa, meskipun terdapat hambatan berupa sebagian siswa yang kurang disiplin selama penyampaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai definisi, bentuk, dan dampak bullying, serta kesadaran untuk mencegahnya. Evaluasi kegiatan mengindikasikan perlunya program lanjutan yang lebih berfokus pada penanaman empati, keterampilan resolusi konflik, dan keterlibatan aktif orang tua. PKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
- Astuti, P. (2017). Perilaku bullying di sekolah dasar: Bentuk, faktor penyebab, dan upaya pencegahan. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 1–14. https://doi.org/10.21831/jpk.v7i1.15483
- Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
- Bonwell, C. C., & Eison, J. A. (1991). Active learning: Creating excitement in the classroom. ASHE-ERIC Higher Education Report No. 1. George Washington University.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2015). Panduan pencegahan dan penanggulangan kekerasan di satuan pendidikan. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
- Kurniasari, D., & Setiawan, R. (2020). Pencegahan perilaku bullying melalui pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 163–170. https://doi.org/10.23887/jisd.v4i2.24591
- Nurhayati, S., & Syamsuddin, A. (2019). Edukasi bahaya bullying pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(2), 45–52.
- Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell Publishing.
- Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.
- Rahmawati, L., Putri, S., & Wulandari, N. (2020). Sosialisasi bahaya bullying pada anak usia sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri, 2(1), 31–37. https://doi.org/10.31764/jpmm.v2i1.1432
- Salmivalli, C., & Poskiparta, E. (2012). Making bullying prevention a priority in Finnish schools: The KiVa antibullying program. New Directions for Youth Development, 133, 41–53. https://doi.org/10.1002/yd.20006
- Sari, N. (2018). Dampak bullying terhadap perkembangan anak di sekolah dasar. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 6(2), 87–94. https://doi.org/10.29210/123900
- Smith, P. K., & Sharp, S. (1994). School bullying: Insights and perspectives. Routledge.
- Sufriani, L., & Hidayah, N. (2021). Implementasi pendidikan karakter untuk mencegah bullying di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 112–123.
- Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297.
- Wiyani, N. A. (2012). Save our children from school bullying. Ar-Ruzz Media.
References
Astuti, P. (2017). Perilaku bullying di sekolah dasar: Bentuk, faktor penyebab, dan upaya pencegahan. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 1–14. https://doi.org/10.21831/jpk.v7i1.15483
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Bonwell, C. C., & Eison, J. A. (1991). Active learning: Creating excitement in the classroom. ASHE-ERIC Higher Education Report No. 1. George Washington University.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2015). Panduan pencegahan dan penanggulangan kekerasan di satuan pendidikan. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kurniasari, D., & Setiawan, R. (2020). Pencegahan perilaku bullying melalui pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 4(2), 163–170. https://doi.org/10.23887/jisd.v4i2.24591
Nurhayati, S., & Syamsuddin, A. (2019). Edukasi bahaya bullying pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(2), 45–52.
Olweus, D. (1993). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell Publishing.
Piaget, J. (1972). The psychology of the child. Basic Books.
Rahmawati, L., Putri, S., & Wulandari, N. (2020). Sosialisasi bahaya bullying pada anak usia sekolah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri, 2(1), 31–37. https://doi.org/10.31764/jpmm.v2i1.1432
Salmivalli, C., & Poskiparta, E. (2012). Making bullying prevention a priority in Finnish schools: The KiVa antibullying program. New Directions for Youth Development, 133, 41–53. https://doi.org/10.1002/yd.20006
Sari, N. (2018). Dampak bullying terhadap perkembangan anak di sekolah dasar. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 6(2), 87–94. https://doi.org/10.29210/123900
Smith, P. K., & Sharp, S. (1994). School bullying: Insights and perspectives. Routledge.
Sufriani, L., & Hidayah, N. (2021). Implementasi pendidikan karakter untuk mencegah bullying di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 112–123.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297.
Wiyani, N. A. (2012). Save our children from school bullying. Ar-Ruzz Media.