Main Article Content

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengetahuan tentang literasi keuangan sebagai bekal yang sangat penting untuk mengembangkan usaha dan dalam rangka pengambilan keputusan yang lebih baik, meningkatkan kualitas dan kompetensi masyarakat dalam mengembangkan dan memajukan desa, mengoptimalkan potensi desa. Memberikan pengetahuan tentang ekonomi kreatif berbasis sumber daya desa. Kegiatan pelatihan literasi keuangan dan ekonomi kreatif ini merupakan sarana peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha, oleh karena itu diharapkan pelatihan ini memberikan manfaat dan menambah pengetahuan kepada masayarakat terkait dengan literasi keuangan dan penguatan ekonomi kreatif. Hasil wawancara dengan masyarakat Desa Tamangapa Kecamatan Ma’rang  Kabupaten Pangkep bahwa pada umumnya beberapa masyarakat  masih minim pengetahuan sehingga belum memahami literasi keuangan dan pengembangan memalui sumber daya desa. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk mendukung kegiatan program pengabdian bagi masyarakat ini adalah metode partisipatif dimana mitra yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan mulai dari persiapan sampai terlaksananya kegiatan tersebut. Adapun bentuk kegiatannya adalah mengadakan pertemuan melalui diskusi tanya jawab, musyawarah, pelatihan.

Keywords

Literasi Keuangan Ekonomi Kreatif Sumber Daya Desa

Article Details

References

  1. Azizah, S. N., & Muhfiatun. (2017). Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Pandanus Handicraft dalam Menghadapi Pasar Modern Perspektif Ekonomi Syariah (Study Case di Pandanus Nusa Sambisari Yogyakarta). APLIKASIA: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama , 63-78.
  2. Amir Solihin, Muhammad dan Sudirja, Rija. 2007, Pengelolaan Sumber Data Alam Secara Terpadu Untuk Memperkuat Perekonomian Lokal
  3. Badan Pusat Statistik. (2017). Kecamatan Duampanua Dalam Angka Tahun 2017. Pinrang: Badan Pusat Statistik Kabupaten Pinrang.
  4. Bank Indonesia.(2020). Laporan perekonomian Indonesia 2020. In Bank Indonesia (Ed), IV (1sted,pp. 110-125). Bank Indonesia
  5. Cohen, M, & Candace Nelson. (2011). Financial Literacy: A Step for Clients towards Financial Inclusion. Global Microcredit Summit, 1-34.
  6. Golrida, K. 2008. Akuntansi Usaha Kecil untuk Berkembang. PT Rajagrafindo Persada. Jakarta.
  7. Herawati, N. T. (2017). Tingkat Literasi Keuangan Mahasiwa Serta Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Seminar Nasional Riset Inovatif, 131-137.
  8. Hermon, P, Adhi dan Elisabet K. Penti, 2012. Penyusunan Laporan Keuangan untuk Usaha Kecil dan Menengah (Studi Kasus UKM di Salatiga). Universitas Kristen Satya Wacana. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Salatiga.
  9. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2014). Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025. Jakarta: PT. Republik Solusi.
  10. Khodijah, & Raza’i, T. S. (2014). Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Sumber Daya Desa Tanjungpinang: LPPM Universitas Maritim Raja Ali Haji.