Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman work-life balance (WLB) perempuan penenun Mandar dalam mengintegrasikan peran domestik dan peran ekonomi kreatif. Produksi Tenun Mandar sebagai bagian dari ekonomi kreatif berbasis budaya nyaris sepenuhnya digerakkan oleh perempuan yang menjalankan peran ganda, sementara kajian WLB selama ini masih didominasi konteks pekerja formal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Informan ditentukan secara purposive dan snowball, terdiri atas delapan perempuan penenun aktif yang telah berkeluarga dengan pengalaman menenun minimal dua tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik Colaizzi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, member checking, serta audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan dimaknai secara kontekstual sebagai kemampuan memastikan keluarga tetap terurus tanpa kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan; rumah menjadi ruang integrasi sekaligus sumber interupsi; konflik memuncak saat tuntutan pesanan dan keluarga bertemu; menenun menghasilkan positive spillover berupa penguatan ekonomi, harga diri, dan pelestarian budaya; serta dukungan keluarga dan komunitas menjadi penentu utama WLB. Penelitian ini memberi kontribusi berupa perluasan konsep WLB ke ranah pekerja informal ekonomi kreatif dan masukan bagi kebijakan pemberdayaan yang selaras dengan pelestarian Tenun Mandar.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Al-Zayn. (2026). Peran ganda perempuan pekerja: Analisis semiotika representasi gender dan implikasi hukum ketenagakerjaan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum.
- Alias. (2023). Pemberdayaan perempuan pengrajin tenun melalui pelatihan desain motif untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Desa Lanto. Jurnal Ilmiah Indonesia (Syntax Literate).
- Arfandi, Halim, A., & Ferils, M. (2023). Pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Universitas Muhammadiyah Mamuju. SEIKO: Journal of Management & Business, 6(2), 326–334.
- Barokah, M. D. S. (2023). Double burden perempuan pekerja: Studi sosiologi. JUPENDIS, ITB Semarang.
- Clark, S. C. (2000). Work/family border theory: A new theory of work/family balance. Human Relations, 53(6), 747–770.
- Fajariani, N., & Halim, A. (2023). Pengaruh kualitas pelayanan dan citra toko terhadap kepuasan konsumen pada usaha foto copy Bima Karya di Kabupaten Mamuju. SEIKO: Journal of Management & Business, 6(2).
- Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441–456.
- Greenhaus, J. H., & Beutell, N. J. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10(1), 76–88.
- Harahap, C., dkk. (2023). Double burden and women’s well-being issues: Implications. UGM Digital Press.
- Hayman, J. (2005). Psychometric assessment of an instrument designed to measure work-life balance. Research and Practice in Human Resource Management, 13(1), 85–91.
- Kartini, B., & Nugroho, F. F. (2026). Peran ganda perempuan pekerja UKM dalam perspektif feminis kerja komunitas dan standar kerja layak. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 6(1), 1–10.
- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2020). Subsektor ekonomi kreatif: Kriya.
- Milleniva, L. N. (2023). Work-life balance di era new normal pada pekerja wanita. Cognicia.
- Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. Sage Publications.
- Peqguruang. (2025). Strategi pengembangan usaha Lipa Sa’be Mandar. Jurnal Peqguruang, LPPM Unasman.
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif.
- Warniati, L. (2024). Perempuan peran ganda: Perspektif teori pertukaran perilaku. JAROW, UIN Ar-Raniry.
- Yuni, N. P. A. I. (2022). Menelisik konflik peran guna work-life balance pekerja wanita. Jurnal Magister Manajemen, Undiknas.
References
Al-Zayn. (2026). Peran ganda perempuan pekerja: Analisis semiotika representasi gender dan implikasi hukum ketenagakerjaan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum.
Alias. (2023). Pemberdayaan perempuan pengrajin tenun melalui pelatihan desain motif untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di Desa Lanto. Jurnal Ilmiah Indonesia (Syntax Literate).
Arfandi, Halim, A., & Ferils, M. (2023). Pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada Universitas Muhammadiyah Mamuju. SEIKO: Journal of Management & Business, 6(2), 326–334.
Barokah, M. D. S. (2023). Double burden perempuan pekerja: Studi sosiologi. JUPENDIS, ITB Semarang.
Clark, S. C. (2000). Work/family border theory: A new theory of work/family balance. Human Relations, 53(6), 747–770.
Fajariani, N., & Halim, A. (2023). Pengaruh kualitas pelayanan dan citra toko terhadap kepuasan konsumen pada usaha foto copy Bima Karya di Kabupaten Mamuju. SEIKO: Journal of Management & Business, 6(2).
Fisher, G. G., Bulger, C. A., & Smith, C. S. (2009). Beyond work and family: A measure of work/nonwork interference and enhancement. Journal of Occupational Health Psychology, 14(4), 441–456.
Greenhaus, J. H., & Beutell, N. J. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10(1), 76–88.
Harahap, C., dkk. (2023). Double burden and women’s well-being issues: Implications. UGM Digital Press.
Hayman, J. (2005). Psychometric assessment of an instrument designed to measure work-life balance. Research and Practice in Human Resource Management, 13(1), 85–91.
Kartini, B., & Nugroho, F. F. (2026). Peran ganda perempuan pekerja UKM dalam perspektif feminis kerja komunitas dan standar kerja layak. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 6(1), 1–10.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2020). Subsektor ekonomi kreatif: Kriya.
Milleniva, L. N. (2023). Work-life balance di era new normal pada pekerja wanita. Cognicia.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. Sage Publications.
Peqguruang. (2025). Strategi pengembangan usaha Lipa Sa’be Mandar. Jurnal Peqguruang, LPPM Unasman.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif.
Warniati, L. (2024). Perempuan peran ganda: Perspektif teori pertukaran perilaku. JAROW, UIN Ar-Raniry.
Yuni, N. P. A. I. (2022). Menelisik konflik peran guna work-life balance pekerja wanita. Jurnal Magister Manajemen, Undiknas.