Main Article Content
Abstract
Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan pasar modal Arab Saudi dalam kerangka Vision 2030 dan relevansinya terhadap penguatan pasar modal Indonesia. Dengan menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini mengkaji berbagai literatur ilmiah, laporan lembaga internasional, dan dokumen kebijakan resmi dari kedua negara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Arab Saudi melalui Financial Sector Development Program (FSDP) berhasil mengintegrasikan kebijakan fiskal, moneter, dan pengembangan pasar modal secara holistik, yang tercermin dari pertumbuhan indeks Tadawul sebesar 14,2% pada tahun 2023, peningkatan jumlah perusahaan fintech menjadi 216 perusahaan, dan perbaikan peringkat daya saing di tingkat global. Strategi yang paling relevan bagi Indonesia meliputi pengembangan ekosistem fintech terintegrasi, kebijakan insentif untuk pasar sukuk dan instrumen utang, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan sertifikasi profesional. Penelitian ini merekomendasikan adopsi selektif terhadap strategi Arab Saudi dengan mempertimbangkan karakteristik ekonomi dan kapasitas kelembagaan Indonesia, serta perlunya penelitian empiris lanjutan untuk menguji efektivitas implementasi kebijakan tersebut.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Beck, T., Demirguc-Kunt, A., Laeven, L., & Levine, R. (2004). Finance, firm size, and growth. Journal of Banking & Finance, 28(3).
- Levine, R. (2005). Finance and growth: Theory and evidence. Handbook of Economic Growth, 1.
- Rajan, R. G., & Zingales, L. (1998). Financial dependence and growth. American Economic Review, 88(3).
- Kingdom of Saudi Arabia. (2024). Vision 2030: Progress Report 2023. Riyadh: Kingdom of Saudi Arabia.
- International Monetary Fund. (2024). Saudi Arabia: 2024 Article IV Consultation-Press Release; Staff Report; and Statement by the Executive Director for Saudi Arabia. IMF Country Report No. 24.
- Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027. Jakarta: OJK.
- Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Laporan Tahunan OJK 2022. Jakarta: OJK.
- Databoks. (2025). Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 14,83 Juta pada 2024. Diakses dari https://databoks.katadata.co.id
- Saudi Central Bank (SAMA). (2023). Annual Report 2022. Riyadh: SAMA.
- Capital Market Authority (CMA) Saudi Arabia. (2023). Annual Report 2022. Riyadh: CMA.
- IMD World Competitiveness Center. (2023). World Competitiveness Ranking 2023. Lausanne: IMD.
References
Beck, T., Demirguc-Kunt, A., Laeven, L., & Levine, R. (2004). Finance, firm size, and growth. Journal of Banking & Finance, 28(3).
Levine, R. (2005). Finance and growth: Theory and evidence. Handbook of Economic Growth, 1.
Rajan, R. G., & Zingales, L. (1998). Financial dependence and growth. American Economic Review, 88(3).
Kingdom of Saudi Arabia. (2024). Vision 2030: Progress Report 2023. Riyadh: Kingdom of Saudi Arabia.
International Monetary Fund. (2024). Saudi Arabia: 2024 Article IV Consultation-Press Release; Staff Report; and Statement by the Executive Director for Saudi Arabia. IMF Country Report No. 24.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027. Jakarta: OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Laporan Tahunan OJK 2022. Jakarta: OJK.
Databoks. (2025). Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 14,83 Juta pada 2024. Diakses dari https://databoks.katadata.co.id
Saudi Central Bank (SAMA). (2023). Annual Report 2022. Riyadh: SAMA.
Capital Market Authority (CMA) Saudi Arabia. (2023). Annual Report 2022. Riyadh: CMA.
IMD World Competitiveness Center. (2023). World Competitiveness Ranking 2023. Lausanne: IMD.