Main Article Content

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi sistem pembayaran dari transaksi tunai menuju pembayaran digital. Salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Bank Indonesia adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang bertujuan meningkatkan efisiensi transaksi dan mendukung digitalisasi usaha, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain pemanfaatan teknologi pembayaran digital, literasi keuangan juga menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pengelolaan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan QRIS dan literasi keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Pagar Alam, baik secara parsial maupun simultan.


Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM di Kota Pagar Alam yang telah menggunakan QRIS dalam kegiatan usahanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria pelaku UMKM yang telah menggunakan QRIS minimal enam bulan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Literasi keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM. Selain itu, penggunaan QRIS dan literasi keuangan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Pagar Alam. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi sistem pembayaran dan peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja keuangan UMKM.


Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan lembaga terkait dalam merumuskan kebijakan yang mendukung digitalisasi UMKM serta peningkatan literasi keuangan guna memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha UMKM di Kota Pagar Alam.


Kata Kunci: QRIS, Literasi Keuangan, Kinerja Keuangan, UMKM.

Article Details

References

  1. Alifia, N., Permana, E., & Harnovinsah. (2024). Analisis penggunaan QRIS terhadap peningkatan pendapatan UMKM. E-Mabis: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 25(1), 61–68.
  2. Aribawa, D. (2016). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), 1–13.
  3. Badan Pusat Statistik Kota Pagar Alam. (2024). Kota Pagar Alam Dalam Angka 2024. Pagar Alam: BPS Kota Pagar Alam.
  4. Bank Indonesia. (2024). Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Jakarta: Bank Indonesia.
  5. Bank Indonesia. (2025). Laporan Perekonomian Indonesia 2024. Jakarta: Bank Indonesia.
  6. Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2021). Fundamentals of Financial Management (16th ed.). Boston: Cengage Learning.
  7. Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
  8. Ghozali, I. (2021). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 26 (10th ed.). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
  9. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2024). Perkembangan Data UMKM Indonesia Tahun 2024. Jakarta: Kemenkop UKM.
  10. Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
  11. Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2024. Jakarta: OJK.
  12. Rahmayanti, N., & Purnamasari, D. (2023). Pengaruh pembayaran digital terhadap kinerja usaha mikro, kecil dan menengah. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 11(2), 145–156.
  13. Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.